The FED Pertahankan Suku Bunga, Hingga Rupiah Menguat Tajam

Diselimuti Sentimen Negatif, IHSG Terkoreksi
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Menjelang pernyataan Gubernur Bank Sentral AS yang diyakini akan mempertahankan besaran suku bunga acuannya dikisaran 0%, menjadi kabar baik bagi pelaku pasar.

“Sejauh ini pelaku pasar menilai Bank Sentral AS akan melakukan segala upaya untuk menormalisasi ekonomi di AS setelah terpukul akibat pandemi corona,” kata Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin di Medan, Kamis (30/4/2020).

Dengan begitu, menurut Benjamin, kebijakan tersebut memicu terjadinya gelontoran US Dolar di pasar keuangan yang bisa menjadi kabar positif bagi pasar keuangan global.

“Pada hari ini saja, sejumlah indeks bursa di asia mengalami penguatan yang sangat tajam. IHSG sendiri mengalami kenaikan 3.26% di level 4.716,40,” jelasnya.

Demikian halnya dengan rupiah. Yang menguat tajam di level 14.880 yang tentunya menjadi kabar baik bagi pelaku pasar.

“Rencana Bank Sentral AS yang longgar tersebut nantinya akan membuat pasar keuangan global dibanjiri oleh likuiditas IS Dolar yang melimpah,” ungkapnya.

Sehingga membuat pasokan US Dolar bertambah. Dan Rupiah pada perdagangan hari ini juga terbantu dengan limpahan US Dolar tersebut.

“Meskipun belum sepenuhnya menjadi kabar bagi bagi US Dolar karena posisinya berpeluang melemah terhadap mata uang negara lainnya,” kata Benjamin. Berita Medan, red