Nasib Toko Tani dan Pasar Tradisional

Nasib Toko Tani dan Pasar Tradisional
Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Toko tani yang baru diresmikan oleh Gubernur Sumut, saya pikir ide awalnya bukan untuk menjadi pesaing bagi pedagang di pasar tradisional. Kehadiran toko tani ini kalau dilihat dari urgensinya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, mungkin dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan buruk dari penyebaran Covid-19, yang bisa saja ada kemungkinan terjadinya lockdown.

Hal itu dikatakan, Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (17/4/2020).

“Karena kalau dilihat dari kapasitasnya, tidak mungkin toko tani ini nantinya akan menggantikan posisi pasar tradisional. Meskipun saya juga tidak faham betul bagaimana nantinya pengembangan toko tani kedepan. Untuk harga, yang menurut informasi masyarakat lebih murah. Nah kita lihat saja nanti, dan kita bandingkan,” lanjutnya.

Meskipun menciptakan harga yang lebih murah ini saya juga belum memahami bagaimana cara mewujudkannya. Tetapi, harga lebih murah bisa jadi tercipta seandainya pemerintah memberikan alokasi anggaran khusus untuk sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dijual lewat toko tani tersebut. Atau pemerintah memliki jalur distribusi langsung ke produsen.

“Tetapi masyarakat nantinya bisa membandingkan untuk masalah harga tersebut. Masyarakat nantinya yang akan beri penilaian. Nah terkait penjualan menggandeng Gojek. Saya pikir disini memang letak inovasinya. Masyarakat menjadi lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus datang ke tempatnya langsung. Dan ini sangat memudahkan masyarakat khususnya di tengah pandemi seperti sekarang ini,” tegasnya.

Jadi kehadiran toko tani ini tidak akan berpengaruh besar kepada pedagang di pasar tradisional. Namun toko tani ini lebih memberikan manfaat di saat terjadi pandemic. “Namun pedagang di pasar tradisional juga bisa melakukan hal yang sama disaat terjadi pandemic. Yakni menggandeng Gojek atau menyediakan layanan jual beli dalam jaringan,” jelasnya.