Ketum HIPMI-PT: Kami Tolak Dibukanya UIN-SU di Tebing Tinggi

Ketum HIPMI-PT: Kami Tolak Dibukanya UIN-SU di Tebing Tinggi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Ketum HIPMI-PT Tebing Tinggi

MUDANEWS.COM, Tebing Tinggi – Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjalin komitmen dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) untuk membuka cabang Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di Kota Tebing Tinggi.

Komitmen kerjasama tersebut dilakukan pada saat audiensi jajaran Pemerintah kota Tebing Tinggi dipimpin Wali Kota H Umar Zunaidi Hasibuan bersama Rektor UINSU Prof KH Saidurrahman MAg ke kantor Kemenag RI Jakarta, diterima oleh Sekjend Kemenag RI diwakili Kepala Biro Keuangan M Ali Irfan, Kamis (12/3/2020).

Audiensi dilakukan dalam rangka penyerahan surat komitmen Pemko Tebing Tinggi terkait penyerahan aset yang dihibahkan kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk pihak UINSU.

M Irfan Nasution selaku Ketua Umum HIPMI ​PT Kota Tebing Tinggi pada Senin (16/3/2020) mengatakan bahwa ia menolak UIN-SU untuk membuka kelas di Kota Tebing Tinggi.

“Tidak ada penjelasan masuk akal soal hibah pemkot ke Kemenag dan sebenarnya menjadi pertanyaan masyarakat kenapa asetnya begitu saja dihibahkan,” beber Irfan.

Irfan menuturkan, jangan sampai pembukaan UINSU jadi masalah baru. Angka 16.000 pendaftaran CPNS yang kuota diperebutkan hanya 200an membuktikan bahwa angka angkatan kerja dan peluang kerja di sektor pemerintah sangat timpang sekali.

“Jangan sampai pembukaan kampus UINSU justru menambah calon-calon pengangguran bersertifikat karena pemkot tidak punya kajian jelas alasan pembukaan fakultas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Irfan membeberkan, inilah bukti bahwa mereka tidak cukup bijaksana untuk bisa memikirkan bahwa potensi itu haruslah di stimulan sesuai dengan tempatnya bukan malah dikembangkan ditengah kota.

“Kita hanya heran saja, masa dilakukan ditengah kota, artinya ya sudahlah anda saja yang pikirkan, toh namanya auto pilot, ada gak ada pilot ya terbang juga,” tegas Irfan.

Menurutnya, sebaiknya pemerintah kota harusnya mengembangkan kampus-kampus yang sudah ada seperti Bina Karya, STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi, STAIS Tebing Tinggi Deli. “Ini yang mestinya pemko tebing tinggi pikirkan, bukan untuk menambah kampus baru lagi,” cetusnya.

“Akhirnya dampak terhadap kampus-kampus swasta ini akan menjadi meredup dalam perekrutan mahasiswa baru. Maka sejatinya kami menolak keras atas kebijakan Pemko Tebing Tinggi menerima UINSU masuk dan buka kelas di Kota Tebing Tinggi,” ungkap Irfan. Berita Tebing Tinggi, Jihan