Reses Anggota DPR RI, Guru Honor Kemenag Langkat Keluhkan Belum Dapat Gaji

Reses Anggota DPR RI, Guru Honor Kemenag Langkat Keluhkan Belum Dapat Gaji
Anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husin foto bersama Dewan Guru Yayasan Al Jamilah

MUDANEWS.COM, Langkat – Anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husin kembali turun ke daerah pemilihannya. Kali ini anggota DPR RI dari Dapil Sumut III ini berkunjung ke Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2020).

Djohar Arifin dan rombongan tiba disambut oleh Dewan guru siswa siswi dari Yayasan Al Jamilah yang menjadi lokasi kegiatan kunjungan beliau. Tampak hadir dalam acara tersebut pihak pemerintahan desa Alur Gadung, BPD, dewan guru Yayasan Al Jamilah, Tokoh Masyarakat, pemuda, dan Emak-emak.

Sekretaris Desa Sungai Mati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada perhatian Bapak Prof Djohar Arifin yang masih ingat dengan rakyat di bawah terutama di dusun Sungai Mati Desa Alur Gadung ini, sehingga kita bisa menyalurkan aspirasi masyarakat.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat terutama di desa Alur Gadung ini,” tuturnya.

Prof Djohar Arifin mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan kehadiran masyarakat Alur Gadung.

“Bagi saya kunjungan ke Alur Gadung ini seperti pulang kampung karena dulunya orangtua saya pernah tinggal di sungai mati alur gadung ini oleh karena itu pihak keluarga membangun sekolah disini agar masyarakat di sekitar sini bisa menikmati pendidikan,” ucap pria yang pernah bermain di PSL Langkat dan PSMS Medan ini.

Dalam kegiatan reses ini, tampak banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, seperti yang dikeluhkan oleh emak-emak tentang minimnya lapangan pekerjaan, kurangnya perhatian untuk mengadakan pelatihan serta bantuan untuk pengembangan UMKM di sektor mikro agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Belum lagi masalah yang dihadapi oleh tenaga pendidik guru guru yang berada dibawah Kementerian Agama dimana banyak dari mereka yang mengeluhkan inpassing dan sertifikasi yang tertunggak 3 sampai 6 bulan dan adanya kesenjangan inpassing antara guru-guru yang berada dibawah Kementerian Agama dengan guru-guru yang berada dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan padahal sama-sama tenaga pendidik,” imbuh salah seorang guru. Berita Langkat, red