Bangkai Babi Sungai Wampu, Begini Komentar Netizen yang 1244 Kali Dibagikan
Bangkai Babi di foto dari getek Sumber foto: Isra Fansyuri

MUDANEWS.COM, Langkat – Dalam akun facebook Isra Fansyuri mendadak viral. Saat ini, Rabu (20/11/2019) lalu, sudah 1244 kali dibagikan.

“Sudah 8 ekor babi mati di hanyutkan di sungai wampu ini. miris kali bah,” tulis Isra Fansyuri, Rabu (13/11/2019).

Namun, Persoalan bangkai babi di Sungai Wampu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara belum mengetahui siapa yang membuang bangkai ke sungai dan pelaku belum ditangkap.

Menanggapi hal itu, komentar netizen beragam. Seperti terpantau MUDANEWS.COM.

Begini beberapa komentar netizen :

“Biadap x orang yg buang di sungai babi yg kena virus tidak di pikir kan dia dampak nya,” komentar Indra Arpan.

“Astaghfirullah,” komentar Mieftha.

“Berhati Iblis Ini yG Buang Babi Sembarangan” Bukan Nya di Kubur..,” komentar Sha-sha.

“Than’xs info ny bg.. Semoga cpat dpt tindak lanjut dari pihak Pemda atau PemProp,” komentar Putra Sriyandi.

“Tangkap aja yg buang tu,” komentar Pra Nada Henstain.

“Tolong pak polisi,!!! Tangkap lah pelaku nya,,jngn tau nya nangkap orang nyabu atau pencuri,,,di mna mna bangkai babi itu udh tercemar,,,nelayan laut pun jadi kecewa gara gra bangkai babi,,daggangan nya gak laku, Yang setuju Like,” komentar Àkbár Ćàémż.

“Untung aja yg mereka mau, tinggal kita liat aja lah ini kepala daerah ma dinas terkait. Sanggup gak mereka negur peternak babi2 itu,” komentar Waty.

“Carikan si peternak, bawa ke jalur hukum karna sudah merugikan pihak nelayan, pejual ikan dan warga sekitar.. Dan air sungai tercemari.. Gitu aja ga bisa ??,” komentar Suryadi.

Sebelumnya, Supriadi dari perwakilan DPKP Langkat dalam penjelasannya mengatakan dinas DPKP sudah membentuk tim dan membuat posko menanggapi permasalahan ini dengan tetap terus berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun instansi terkait Pemkab Langkat.

Ralin Sinulingga, SE calon wakil ketua DPRD Langkat yang hadir pada rapat dengan instasi terkait di di gedung DPRD Langkat di Stabat, Senin (18/11/2019), Ia angkat bicara. Ia takut hal ini berdampak pada isu SARA karena Langkat merupakan daerah religius.

“Sebaiknya terkait masalah ini, instansi yang menangani untuk berkoordinasi juga dengan MUI Langkat,” pinta Ralin.

Dipenghujung rapat, Ketua sementara DPRD Langkat meminta dinas-dinas terkait dalam menyikapi isu ini untuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang teknisnya masing-masing. Berita Langkat, red