Kantor DPRD Labuhanbatu Selatan, Diserbu Buruh Perkebunan Aladin
Massa aksi buruh perkebunan Aladin

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu Selatan – Kali ini aksi damai dari puluhan massa buruh SBSI Perkebunan Aladin Group, di depan kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Labuhanbatu Selatan, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Kotapinang, Ds Badage Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Labuhambatu Selatan Sumatera Utara pada Senin (11/11/2019) pagi.

Aksi sendiri digelar mengingat adanya dugaan Management Perkebunan Aladin Grup melakukan Diskriminasi terhadap serikat buruh SBSI juga melakukan PHK sepihak terhadap Hermanto Gulo Ketua PK SBSI, kemudian dengan inti tuntutan tentang dugaan melakukan penipuan tentang Upah

“Kita mintak agar Asiong atau Managemen Perkebunan Aladin Grup segera Ditangkap diperiksa dan diadili sampai kemeja hijau, Kecuali jika hukum itu tidak berpihak pada kebenaran,” beber Yanto Ziliwu SH dalam orasinya selaku kuasa hukum buruh ditengah tengah aksi.

Menurut peserta aksi, buruh perkebunan aladin group hanya menerima upah sebesar Rp 60.000,- perhari , nilai itu sangat jauh dibawah ketentuan UMSK (Upah Minimum Sektor Kabupaten) Labusel 2019.

Dalam SK Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.44/1577/KPTS/2018 tertanggal 31 Desember 2018, tentang Penetapan Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) Labuhanbatu Selatan Tahun 2019 sektor perkebunan sebesar Rp 3. 025.000 per bulan.

Sementara peserta aksi dalam orasinya, mengatakan bahwa Perkebunan Aladin Grup diduga tidak mendaftarkan para pekerja sebagai peserta BPJS yang sebagai mana diatur UU Nomor 24 Tahun 2011. Dan sebagai poin terakhir peserta aksi juga menyampaikan jika selama ini buruh Perkebunan Aladin tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

Setelah beberapa jam aksi berlangsung angota DPRD Labusel H Zainal Harahap menemui massa aksi, dan berjanji akan memanggil dinas terkait, untuk menyelesaikan aspirasi yang disampaikan serikat buruh SBSI , hingga peserta aksipun membubarkan diri dengan teratur. Berita Labuhanbatu Selatan, Denni Pardosi