Pasutri Tergantung, Ada Robekan Senjata Tajam

Pasutri Tergantung, Ada Robekan Senjata Tajam
Kapolsek Bilah Hilir, Dr. Yudi di RSUD Labuhanbatu

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu – Masyarakat digegerkan atas ditemukan Pasangan suami istri tergantung tak bernyawa lagi di Jembatan Tarihoran Sei Kalundang Dusun Aek Nauli Desa Kampung Padang Kecamatan Pangakatan Kabupaten Labuhanbatu, pada Sabtu (2/11/2019) kemarin sekira pukul 06.40 WIB.

Ternyata hasil Pemeriksaan Awal dari pihak medis RSUD Labuhanbatu di kamar jenazah, Dr Yudi mengatakan ada luka robek yang beraturan di leher kedua mayat Pasutri ukuran sekira 4x15cm diduga kuat bekas senjata tajam. “Agar lebih jelas lagi kita tunggu lah hasil dari otopsi Jenazah ke rumah sakit siantar.

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat saat di konfirmasi wartawan MUDANEWS.COM melalui telepon selular Minggu (3/11/2019) sekira pukul 16.19 WIB terkait hasil otopsi yang di lakukan di rumah sakit atas kematian Pasutri yang ditemukan tergantung di jembatan, mengatakan hasil otopsi ditemukan adanya luka di leher diduga kuat bekas senjata tajam.

“Namun saya belum berani menjabarkan karen saya belum langsung lihat hasil dari pemeriksaan melalui otopsi tersebut, karena anggota polsek yang berangkat saya sedang di polsek,” ucapnya.

Diketahui korban Bernama Herman Ginting (58) jenis kelamin pria, agama Islam, alamat Dusun Tasik Dua Desa Pasir Tuntung kecamatan Kota Pinang kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Sarin (56), agama Islam, alamat Dusun Rasik Dua Desa Pasir Tuntung, kecamatan kota pinang, kabupaten Labuhanbatu Selatan dan informasi yang di dapat pihak polsek bilah hilir bahwa keluarga almarhum Pasutri ada di kota binjai.

Atas peristiwa pembunuhan ini, masyarakat kini angkat bicara dan menjadi perbincangan hangat di Labuhanbatu terkhusus kota Rantauprapat, yang mana ditemukan tewasnya pasutri dengan tergantung tergolong sadis dan tidak manusiawi jika benar adanya bahwa itu adalah korban pembunuhan, belum hilang rasa trauma masyarakat atas pembunuhan yang terjadi di sei berombang Rabu, (30/10/2019) di perkebunan PT SAB/KSU Amelia belum terungkap apa motif di balik pembunuhan yang telah terjadi,belum lagi tiga anak ditemukan tewas didalam kolam galian beko pada Sabtu, (2/11).

“Kami berharap kepada Kapolres Labuhanbatu agar cepat mengusut tuntas atas kematian tersebut dan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Semua ini, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Labuhanbatu,” tegas masyarakat. Berita Labuhanbatu, Arjuna