Tuan Guru Batak : Agama Hadir Menebarkan Salam Keselamatan dan Cinta Kasih
Syekh Dr H Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA (Tengah Jubah Putih) berfoto bersama Kakankemenag H Sakoanda Siregar, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Oppusunggu, Dandim 0207 Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan dan tokoh lintas Agama Simalungun.

MUDANEWS.COM, Simalungun – Ketua Dewan Penasehat Gerakan Da’i Kerukunan Dan Kebangsaan (GDKK) Al Faqir Tuan Guru Batak Syekh Dr H Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA menegaskan Agama selayaknya hadir untuk menebarkan salam (keselamatan), cinta dan kasih sayang.

“Agama selayaknya hadir untuk menebarkan salam (keselamatan), cinta dan kasih sayang. Merawat kerukunan, menjaga keragaman, menerima perbedaan dan mensyukuri kebinekaan adalah amal saleh kita, baik di sisi Tuhan maupun untuk sesama anak bangsa,” ujar Pengasuh Persulukan Serambi Babussalam Simalungun dan Rumah Sufi Peradaban Indonesia yang akrab di sapa Tuan Guru Batak Pematang Siantar, Kamis (24/10/2019).

Tuan Guru Batak  juga memberikan apresiasi  kegiatan ini dan gerakan-gerakan kerukunan yang selama ini dijalankan oleh H Sakoanda Siregar selaku Kakankemenag. TGB berharap , seruan- seruan kerukunan ini adalah seruan bersama para tokoh dan anak bangsa. Semoga ikhtiar ini diberkahi Allah Jalla Jalaluhu.

Al_Faqir Tuan Guru Batak didaulat menjadi Narasumber bersama Dandim 0207 Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan dan Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Oppusunggu dalam kegiatan Dialog Sadar Kerukunan Lintas Tokoh dan Lintas Lembaga Keagamaan di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Simalungun di Pematang Siantar.

Sementara Kakankemenag H Sakoanda Siregar dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan dakwah kerukunan dan Kebangsaan Tuan Guru Batak yang sedang viral saat ini.

“Dakwah kerukunan kebangsaan Tuan Guru Batak (TGB), yang sedang viral dan di apresiasi oleh banyak tokoh lintas agama bermakna dakwah kerukunan dan kebangsaan sangat mendesak untuk di bumikan dan sejalan dengan program deradikalisasi dan moderasi kementrian Agama,” jelas Sakoanda Siregar.

Ketua DPP Gerakan Da’i Kerukunan Dan Kebangsaan (GDKK) Dr Salahudin Harahap MA sangat mendukung kegiatan dialog sadar Kerukunan Lintas Tokoh dan Lintas agama yang di Gagas oleh Kementrian Agama Kabupaten Simalungun.

“Kami sangat mendukung dialog kerukunan dan kebangsaan yang di gagas oleh Kementrian Agama Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini cerminan dari visi misi Presiden Jokowi yang dimandatkan kepada Menteri Agama Jendral TNI Fachrur Razi. Bapak Sakoanda Siregar seperti Semen Padang, orang lain masih berpikir, kemenag simalungun sudah berbuat dalam menjaga kerukunan dan kebangsaan serta sosialisasi deradikalasi pada tokoh masyarakat lintas agama,” puji Solahudin Harahap yang juga di kenal sebagai sekretaris Forum Santri Nasional Sumatera Utara.

Solahudin menambahkan di tengah maraknya fenomena radikalisasi dan fundamentalisme agama diperlukan program preventif dan strategi yang efektif untuk menetralisir paham radikalisasi agama di komunitas-komunitas masyarakat yang potensial di masuki paham tersebut, dengan cara pendekatan tanpa kekerasan. Karena pemahaman agama yang radikal merupakan dasar dari tindakan terorisme yang membahayakan keamanan nasional.

Tujuan didirikannya GDKK untuk mengembalikan pemahaman masyarakat yang sudah terpapar kembali ke jalan pemikiran yang Tawassuth (sikap tengah), At-Tawazun (keseimbangan), Tasamuh (bersikap toleran) dan Al-I’tidal (tegak lurus) sesuai dengan prinsip Islam Ahlusunnah Waljama’ah.

DPP GDKK bersama Syekh Dr H Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA dalam waktu dekat akan sowan dan audensi ke Menteri Agama untuk menyamakan persepsi dan membantu program Menteri Agama dalam gerakan deradalikasi dan sertifikasi Da’i, jelas Solahudin. Berita Medan, red