Menjaga Integritas

Menjaga Integritas
Wahyu Triono KS

MUDANEWS.COM – Apa karya termahal di dunia? Jawabannya adalah karya agung dari yang Maha Agung. Saking mahalnya karya-Nya tidak dapat dinominalkan dalam wujud materi.

Hasil karya agung tetapi bukan karya yang maha agung adalah karya para Nabi dan Rasul. Peninggalan dan jejak perjuangannya abadi dan diikuti sampai akhir zaman karena dibimbing dan dijaga oleh yang Maha Agung.

Karya-karya maha agung dan yang agung itu juga sering pula diabaikan karena sulit dikapitalisasi dan dinominalkan. Ia dianggap hanya memberikan kekayaan batin dan spritual semata.

Tetapi bila secara spesifik kita menilai karya-karya agung manusia, ternyata karya termahal itu adalah karya-karya yang melibatkan sentuhan rasa seni, bukan karya akal pikiran semata.

Hasil karya seni seperti musik, tarian, film, lukisan, pahatan patung, sepuhan emas, perak, intan dan berlian bernilai mahal dan bahkan sampai menjadi misteri sebagai barang berharga dan bernilai yang diperebutkan, dicuri sampai menghantarkan orang ke penjara dan bahkan mengorbankan jiwa yang berujung kematian.

Karya pikiran, karya intelektual, teori-teori, rumus dan konsep yang menghantarkan orang bisa menikmati dan menggunakan produk-produk teknologi seperti komputer, internet, gadget dan berbagai produk aplikasi dan game tidak begitu mahal dibandingkan produk atau karya dengan sentuhan seni yang indah.

Mengapa dunia dipenuhi dengan penghargaan dan menilai penghargaan suatu karya begitu rupa?

Karena hasil karya sentuhan seni dan rasa itu sangat spesifik, eksklusif dan segmented. Karya dengan sentuhan seni itu unik, khusus dan bisa tiada duanya. Belum lagi bila dilihat dari kemilau keindahannya.

Sementara karya pikiran intelektual, konsep teori, rumus dan pemikiran sering dinilai dan dihargai biasa saja, bahkan sering tak dihargai karena orang sering berpandangan meremehkan karya pikir dan intelektual. Ah, cuma begitu saja, aku juga bisa.

Padahal untuk menemukan gagasan, ide, pemikiran seperti itu seseorang membutuhkan energi, tenaga dan pemikiran yang sangat luar biasa.

Karenanya, kemudian banyak orang tak pernah menghargai hak intelektual dan hak paten milik orang lain. Amati Tiru dan Modifikasi (ATM) dijadikan produk yang dilabel inovasi dan kreatifitas.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semacam apa sebenarnya yang hendak dibangun melalui perilaku tidak sportif dan menggampangkan seperti itu.

Tetapi dari semua karya dari yang maha agung dan yang agung juga yang biasa-biasa, itu semua adalah untuk kesuksesan dan kebahagiaan.

Kesuksesan itu sering dilihat dan dinilai orang dari harta dan kedudukan yang dimiliki seseorang, sementara kebahagiaan itu adalah sesuatu yang dimiliki seseorang dari dalam hatinya.

Lantas bagaimana menjaga kebahagiaan itu? Kebahagiaan itu hanya bisa dijaga dengan integritas yang sangat mahal sekali harganya, dibandingkan apa pun di dunia.

Integritas itu tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter seseorang, yaitu, sifat-sifat seperti, dapat dipercaya, komitmen, tanggung jawab, kejujuran, kebenaran, kesetiaan, adil dan lainnya.

Sifat-sifat ini begitu berharga sehingga ada kalimat hikmah yang menyatakan bahwa, kalau kita kehilangan harta kita kehilangan sedikit, kalau kita kehilangan kesehatan kita kehilangan banyak, kalau kita kehilangan integritas kita kehilangan semua.

Apa yang sering merusak dan menghancurkan integritas? Apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan perbuatannya (bohong), mengkhianati janji dan menyia-nyiakan amanah, orang seperti itulah yang tidak memiliki integritas.

Sukses yang diperoleh dengan mengorbankan integritas, bukanlah sukses. Karenyanya, jagalah integritas itu, sesuatu yang sangat mahal sekali harganya dan dengan integritas kesuksesan dan kebahagiaan yang sesungguhnya kita dapatkan. [WT, 4/4/2021]

Oleh: Wahyu Triono KS
Dosen AP FISIP Universitas Nasional, Tutor Universitas Siber Asia dan FHISIP Universitas Terbuka