Anggota DPRD Langkat : Seharusnya Pemkab Tidak Menghilang Ornamen Melayu di Simpang Bupati

Anggota DPRD Langkat
Anggota DPRD Langkat Fraksi Gerindra H Rahmanuddin Rangkuti SH MKn

MUDANEWS.COM, Langkat – Kejuruan Stabat dan Pengurus Besar Majlis Belia Negeri (PB MBN) memasang spanduk di Gerbang Simpang Bupati Kota Stabat, Selasa (12/1/2021) malam. Pemasangan spanduk itu dilakukan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah (Pemkab) Langkat yang menghilangkan ornamen melayu.

Pantauan mudanews.com pada pukul 12.00 WIB, Rabu (13/1/2021), kedua spanduk itu sudah dicopot yang bertuliskan “Kejuruan Seri Bija Diraja Stabat dan PB MBN Langkat Menolak Gerbang Selamat Datang  Simpang Bupati Stabat Hilangkan Ornamen Melayu Sebagai Jati Diri Kabupaten Langkat Nan Bertuah, dan Tabik Tuan dan Puan Di Bumi Langkat Nan Betuah. Moh Kite Bangket Sekali Lagi”.

Anggota DPRD Langkat Fraksi Partai Gerindra H Rahmanuddin Rangkuti SH MKn menyayangkan Pemkab Langkat menghilangkan ornamen melayuan.

“Seharusnya Pemkab Langkat tidak menghilang ornamen Melayu malah menambah ciri khas Melayu di kabupaten Langkat, misalnya pembangunan perkantoran yang ada Kabupaten Langkat, jangan menghilangkan kearifan lokal yang ada di kabupaten Langkat,” ujarnya saat dimintai tanggapan mudanews.com.

H Rahman mengungkapkan kita lihat kebesaran Melayu di Kabupten Langkat berdirinya Mesjid Azizi adanya Pujangga Tengku Amir Hamzah, adanya Masjid Raya Stabat.

Dibeberkannya, sebelum dibangun ornamen tersebut, ada design kontruksi yang disiapkan Dinas PU Langkat, lalu ditender terbuka, dan dikerjakan kontraktor, tidak mungkin tidak ada anggaran dan sesuai design.

“Seharusnya Sekda yang menjadi Ketua MABMI memberi masukan ke Bupati Langkat,” tandasnya.

Anggota DPRD Langkat Seharusnya Pemkab Tidak Menghilang Ornamen Melayu di Simpang Bupati
Tampak terlihat tidak ada lagi spanduk di Gerbang Simpang Bupati Kota Stabat, Rabu (13/1/2021). (Foto: mudanews.com)

Sebelumnya diberitakan, soal ornamen melayu di Simpang Bupati, Kadis PU Subiyanto mengatakan sama sekali tidak bermaksud menghilangkan budaya. Sebab pembangunan tugu itu baru tahap pertama, jadi memang belum siap dikarenakan kurangnya anggaran.

Pihaknya sudah berencana untuk melanjutkannya pada tahun 2021 ini, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“Direncanakan pada R APBD 2021 nanti pengerjaannya,” sebutnya di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, seperti dikutip dari instagram diskominfo_langkat, Senin (11/1/2021). Berita Langkat, red