Beranda SOSBUD Janji Wajibkah Ditepati ?

Janji Wajibkah Ditepati ?

Janji Wajibkah Ditepati
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM

Pertanyaan :
Bagaimana hukum orang yang mengingkari janji dan bagaimana cara menebusnya?

Jawaban :

Ada keterangan yang menyatakan tidak wajib memenuhi janji bahkan tidak dosa jika janji itu tidak digantungkan dengan syarat.

وأجمعوا على أن الوفاء بالوعد في الخير مطلوب. وهو هو واجب أو مستحب؟ فيه خلاف. ذهب أبو حنيفة والشافعي وأحمد وأكثر العلماء إلى أنه مستحب. فلو تركه فاته الفضل، وارتكب المكروه كراهة شديدة، ولكن لا يأثم. وذهب جماعة أنه واجب، منهم: عمر بن عبد العزيز . وذهب المالكية مذهباً ثالثاً: أن الوعد إن اشترط بسبب، كقوله: تزوج ولك كذا، ونحو ذلك، وجب الوفاء به، وإن كان الوعد مطلقاً لم يجب

Ulama’ sepakat bahwa memenuhi janji kebaikan diperintahkan. Namun apakah itu wajib atau sunnah?

Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal serta kebanyakan ulama sepakat bahwa memenuhi janji hukmnya sunnah.

Jika dia mengingkarinya maka dia meninggalkan keutamaan dan mengerjakan hal yang makruh dengan tingkatan makruh yang sangat. Akan tentapi tidak dosa.

Segolongan ulama berpendapat wajib memenuhi janji. Di antara mereka yang berpendapat demikian ialah Umar bin Abdul Aziz.

Imam Malik memilih pendapat ketiga yakni dengan menyatakan tafsil.

Janji jika digantungkan dengan syarat, maka wajib dipenuhi, Jika tidak digantungkan maka tidak wajib.

Contoh yang digantungkan dengan syarat ialah :
“Menikahlah maka kamu akan aku beri uang. Maka jika orang itu memenuhi permintaanmu, engkau wajib memberinya uang”.

Ada ikhlaful wa’di ada wa’dul ikhlaf. Lah.. yang haram dan termasuk ciri ciri munafik itu yang wa’dul ikhlaf(berjanji tapi dalam hatinya dia berniat tidak menepati).

أربع من كن فيه كان منافقا ز من كانت فيه حلة منهن كان فيه حلة من النفاق حتى يدعها إذا حدث كذب و إذا وعد أخلف و إذا عاهد غدر و إذا خاصم فجر

و هذا ينزل على من وعد و هو على عزم الخلف أو ترك الوفاء من غير عذر فأما من عزم على الوفاء فعن له عذر منعه من الوفاء لم يكن منافقا و إن جرى عليه ما هو على صورة النفاق ~إحياء علوم الدين ٣/١٣٠

Kanjeng nabi saw bersabda : 4 sifat yang mana jika salah satu dari 4 ini ada dalam diri seseorang maka ia termasuk munafik

1. Jika ia berkata ia berdusta

2. Jika ia berjanji ia ingkari

3. Jika ia melakukan kesepakatan ia cederai

4. Jika ia berdebat ia jauh dari kebenaran

Komentar imam al ghazali :
“Hadits ini ditujukan pada orang yang berjanji dan ia berniat untuk mengingkari atau ia tidak menepati janji tanpa udzur adapun orang yang berniat menepati hanya saja ia tidak bisa menepatinya karena suatu sebab maka ia tidak termasuk munafiq.”

[ ~Ihya’ ulumiddin 3/130 ].

Dijawab oleh Hindun Shalihah