Dewan Ahli ISNU Langkat, Mengisi Pengajian Bulanan

Dewan Ahli ISNU Langkat, Mengisi Pengajian Bulanan
Ustaz Drs H Ishak Ibrahim MA dan Kadis Kominfo Kabupaten Langkat H Syahmadi SSos MSP

MUDANEWS.COM, Langkat – Dewan Ahli PC ISNU Kabupaten Langkat Al Ustaz Drs H Ishak Ibrahim MA/Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara juga salah satu Sekretaris FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Langkat diundang oleh Kadis Kominfo Kabupaten Langkat H Syahmadi SSos MSP untuk mengisi ceramah dalam agenda kegiatan pengajian bulanan yang saat ini diprogramkan oleh negara yang bernama Babin Rohis (Badan Binaan Rohani Islam).

Pengajiannya dengan tema ”Ceramah yang dibawa oleh Al-Ustadz adalah Ad-Dukhan dan Dajjal” pada Jumat (14/2/2020) di Aula Dinas Kominfo Kabupaten Langkat pukul 09.00 WIB.

Ustaz Ishak Ibrahim menyiarkan tausiyahnya agar saat ini umat Islam harus menjaga kerukunan umat beragama sehingga negara Indonesia ini menjadi aman, damai, tenang, nyaman secara kondusif stabilitas negara.

Dalam pengajian Al Ustaz mengutarakan ada yang perlu kita cermati dan saling introspeksi diri menghadapi ujian dan cobaan di dunia ini, Ad-Dukhan, Bencana Asap Pertanda Kiamat yang Sangat Ditakuti oleh Dajjal. “Sebuah peringatan bagi kita sebagai umat manusia yang masih bergelimang dosa dan kemaksiatan,” jelasnya.

Peristiwa terjadinya Kiamat, memang kerap menjadi bahan perbincangan yang sangat menarik untuk dibahas. Tak heran, muncul segala ramalan yang menjadi isyarat terjadinya hal tersebut. Mulai dari sisi ilmiah, manuskrip kuno hingga nubuat dalam kitab suci agama-agama samawai.

Salah satunya adalah Islam. Di dalam Al-Qur’an, disebutkan bahwa tanda-tanda kiamat adalah munculnya kabut asap panas yang bernama Dukhan dan bakal menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam. Bisa dibayangkan, bagaimana situasi pada saat itu. Gelap gulita, asap tebal dan hampir tidak ada oksigen, membuat nyawa para manusia berada di ujung tanduk.

“Bahkan, sosok Dajjal pun sangat ketakutan saat menghadapi peristiwa ini. Ad-Dukhan sendiri dianalogikan sebagai kesempitan hidup dan kelaparan yang terjadi ketika Nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwassallam mendoakan kejelekan bagi orang-orang Quraisy. Kaum tersebut ditimpa musibah demikian karena tidak mau memenuhi seruan dakwah. Mereka melihat sesuatu seperti asap di langit. Pendapat inilah yang dipegang oleh Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu,” terang H Ishak Ibrahim.

Sementara bencana asap yang juga dikaitkan sebagai Ad-Dukhan, dipegang Ibnu ‘Abbas dan sebagian sahabat dan tabi’in. Peristiwa ini memang belum terjadi dan akan muncul pada saat zaman telah mendekati penghujung usianya. Seperti yang di firmankan oleh ALLAH Subhanahuwata’ala dalam surah Al-Qur’an yang berbunyi :

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata.” (Ad-Dukhan:10)

Sebuah peristiwa yang membuat Dajjal ketakutan makhluk penebar fitnah seperti Dajjal juga akan merasakan kesakitan saat dukhan muncul. Karena terpapar asap panas dan kabut yang tebal, wajah dari mesiah palsu tersebut meleleh dan sebagian dagingnya menjadi lembek hingga menutupi mata.

Alhasil, hanya satu mata yang berfungsi sebagai penglihatan. Di saat bersamaan pula, tanda ‘kafir’ akan muncul dari dahinya. Itulah sebabnya, Dajjal dianggap sebagai mahkluk kafir yang bermata satu. Para pengikutnya kini semakin bertambah di era modern. Sebuah fase akhir zaman yang bakal mendekati waktunya.

Efek kabut asap pada manusia yang ditimbulkan oleh dukhan. Tak dapat dipungkiri, kemunculan dukhan membawa efek yang sangat luas pada kehidupan manusia pada saat itu. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

“Dajjal akan keluar di bumi bagian Timur yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.” tegasnya

Pada saat itu, keadaan manusia akan berbeda satu dengan lainnya. Bagi mereka yang beriman, asap dukhan hanya menimbulkan gejala pilek biasa. Namun lain halnya dengan mereka yang berdosa. Tubuh dan kepaala mereka akan merasakan panas hingga kulit-kulitnya meleleh. Sama persis seperti bekas perisai yang dipukul hingga menimbulkan bekas. Hal ini juga senada keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma

“Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya, hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik, sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang”. (Tafsir at-Thabari, 22/17).

Disela-sela pengajian tersebut Buya Dhev menyampaikan tak ada yang bisa kita perbuat setelah peristiwa dukhan muncul. Waktu terjadinya yang tidak dapat diprediksi, semakin menambah seram bencana kabut asap tersebut. Yang pasti, tidak ada jalan selain dengan cara meningkatkan keimanan kita. Karena cepat atau lambat, dukhan pasti akan muncul sebagai pertanda dimulainya akhir zaman.

Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat yang sering disapa Buya Dhev mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Langkat semoga kegiatan ini menjadi kegiatan unggulan perioritas sebagai pembinaan mental diri dan hal ini tentunya tidak lepas dari realisasi Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Langkat yakni Langkat sebagai Daerah Yang Religius dan Beretika Santun Dalam Bahasa.

“Kami juga menyarankan kepada pak kadis Kominfo Kabupaten Langkat untuk lebih intens mengadakan siraman rohani dan Tausyiah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat dan Dinas Lainnya,” imbuhnya. Berita Langkat, red