Gubernur Edy Akan Hilangkan Sejarah, Dosa Besar dari Satu Generasi

Gubernur Edy Akan Hilangkan Sejarah, Dosa Besar dari Satu Generasi
Gubsu Edy Rahmayadi

MUDANEWS.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan memindahkan Kantor Walikota Medan yang di tepi sungai deli ke Asrama Haji Medan.

“Pergulatan yang tajam dalam sistim demokrasi masyarakat Melayu di Sumatera Timur antara Datuk-datuk dengan Sultan ini, tentunya harus kita catat sebagai sebuah perkembangan serta dinamika dalam sebuah peradaban di Nusantara, khususnya Peradaban Melayu Sumatera Timur. Bila monumennya yang menjadi saksi sejarah, yakni Kantor Walikota Medan yang dicatat dalam catatan militer kolonial sebagai Barak dan Garnizun hilang. Tentunya, menjadi sebuah dosa besar dari satu generasi, karena menghilangkan catatan sejarah bagi generasi sesudahnya,” papar Peneliti anggaran dan kebijakan publik Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Semesta Rakyat Indonesia (DPP-GSRI), Alfiannur Syafitri kepada wartawan, Minggu malam (5/1/2019).

Alfian sendiri mengatakan arsip-arsip yang mencatatkan tentang keberadaan Kantor Walikota Medan, sebagai sebuah saksi sejarah Perang Sunggal, saat ini masih lengkap di simpan oleh para sejarawan dunia di Universitas Leiden di Belanda. Karenanya sangat kontraproduktif, bila masyarakat Medan yang memiliki monument saksi sejarah, malah- malah berupaya memupus jejak peradaban Melayu tersebut dengan menghilangkan monument yakni Kantor Walikota Medan tadi.

Gubernur Edy Rahmayadi hilangkan sejarah, Kantor Walikota Medan Saksi Melayu Sumatera Timur
Peneliti Anggaran dan Kebijakan Publik DPP GSRI, Alfiannur Syafitri (ist)

“Jangan kalian kira Kantor Walikota Medan itu tidak punya sejarah, bahkan pernah menjadi barak serdadu Marsose Belanda yang mayoritas anggotanya berasal dari Maluku, Makasar dan dari Pulau Jawa. Semua monument sejarah itu tentunya harus kita catat dengan baik, agar jangan sampai generasi ini atau generasi sesudah kita disebut tidak tahu asal usul peradabannya,” tutup Alfiannur Syafitri. Berita Medan, Arda