Tuan Guru Besilam Wafat, Begini Silsilahnya dengan TGB
Tuan Guru Besilam Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani dan Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA

MUDANEWS.COM, Langkat – Tuan Guru Besilam ke 10, Ulama kharismatik Kabupaten Langkat, Sumut, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani, wafat.

Tuan Guru Besilam itu wafat pada usia 82 tahun. di Rumah Sakit Colombia Medan, Sumut, pada pukul 11.30 WIB, Sabtu (16/11/2019). Syekh Haji Hasyim menjalani perawatan karena sakit di rumah sakit tersebut.

Jenazah Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani sudah dikebumikan di perkuburan kompleks Babussalam, Minggu (17/11/2019).

Disaat bersamaan, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA bin Syekh Abdurahman Rajagukguk Qs selaku tokoh spiritual, Mursyid Thoriqah Naqsyabandiah dan pimpinan persulukan serambi babussalam Simalungun, juga mengucapkan duka yang sedalam-dalam. “Saya sekitar 5 menit saya mendarat di Jakarta, tiba-tiba di telepon oleh Haji Dr Muhammad Syukri, bahwa Tuan Guru Basilam Syekh Hasyim meninggal dunia,” Imbuh Tuan Guru Batak.

Tuan Syekh Hasyim ini, guru kita dan Ulama besar kita serta Mursyid kita serta masih keluarga besar kita terkhusus dari isteri saya. Beliau ini pernah memberikan nasehat kepada saya untuk terus maju mengembangkan zikrullah thoriqah Naqsyabandiyah ini dan secara khusus memberikan sambutan untuk buku saya yang berjudul, “Titian para Sufi dan Ahli Makrifah, Keutamaan Thoriqoh Naqsyabandiyah,” ungkap TGB.

Oleh karenanya, dari Jakarta atas nama keluarga besar para murid dan jemaah Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA bin Syekh Abdurahman Rajagukguk Qs Tuan Guru Serambi Babussalam Simalungun turut berduka dan mendoakan kiranya allahuyarham Syekh Haji Hasyim AL-Syarwani Tuan Guru ke 10 Besilam Langkat diampuni segala dosanya, dimaafkan, dikasihi, disayangi dan dimasukkan Allah kedalam SurgaNYA. Kemudian keluarga yang ditinggal diberi Allah kesabaran dan ketaqwaan.

Silsilah Keruhanian dan Kekeluargaan Dengan Tuan Guru Besilam

Lebih lanjut TGB, menjelaskan bahwa Tuan Guru Besilam punya hubungan dekat dengannya yakni secara ruhaniah dan secara kekeluargaan.

“Ayah saya berguru ke Syekh Faqih Tamba bin Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidy Naqsyabandi sekitar tahun 1968. Kemudian dilantik jadi Mursyid oleh Syekh Haji Abdul Mu’in bin Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidy Naqsyabandi. Syekh Haji Abul Mun’in ini ayah kandung dari Syekh Haji Hasyim al-Syarwani, Tuan Guru Basilam ke 10 yang wafat saat ini,” ungkap TGB.

Dari Isteri saya, memiliki hubungan yang sangat erat dari segi darah dan nasab dengan Tuan Guru Besilam. Isteri saya bernama Asmahani Mukhtar Ghaffar, punya ibu bernama Hajjah Hafsyah Hawar, ayahnya bernama Haji Abdul Wahab Nasri, ayahnya bernama Syekh Nasharuddin, Ayahnya bernama Syekh Abdul Wahab Rokan al Khalidy Naqsyabandi.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Albaqarah 155-157)

Berita Langkat, red