Alquran dan Prilaku
Muhammad Roni, M.A

MUDANEWS.COM – Alquran merupakan kitab suci umat Islam dan juga merupakan Dasar Hukum Islam dan Sumber Syariat Islam yang memiliki banyak manfaat bagi umat manusia. Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai Rasul yang dipercaya menerima mukjizat Al-quran, Nabi Muhammad SAW menjadi penyampai, pengamal, serta penafsir pertama dari alquran.(Baca : Fungsi As-sunnah Terhadap Al-Quran)

As-Syafi’I mengungkapkan Al-quran tidak berasal dari kata apa pun dan tidak ditulis
dengan hamzah. Lafadz Al-quran menurutnya sudah lazim digunakan untuk pengertian firman Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain dari Al Farra mengatakan bahwa Al-quran berasal dari qarain yang merupakan bentuk jamak dari qarinah yang artinya “kaitan”. Ini sesuai dengan makna dan kandungan ayat Al-quran yang berkaitan satu dengan lainnya.(Baca : Fungsi As-sunnah Terhadap Al-Quran)

Saat ini Alquran banyak diterjemahkan ke bahasa asing seperti bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris namun bahasa asli Alquran yaitu bahasa Arab tetap dipertahankan untuk menjaga keasliannya. Hal ini perlu dilakukan karena setiap bahasa memiliki makna tersendiri yang kadang tak bisa langsung diterjemahkan dalam bahasa lainnya.

 Alquran Merubah Segalanya
Alquran itu membawa perubahan, perubahan apa? Perubahan prilaku, perubahan cara
berpikir, perubahan tutur kata, perubahan sopan santun, alquran membawa perubahan. Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: “ Yambaghi Liqoo Ri’il Qurani Annyu’ Rofa Bilailihi Izhannasu Naa Imun”. Orang yang rajin membaca quran, orang yang belajar alquran, orang yang menghafal alquran, dimalam hari dia harus berbeda dengan yang lainnya.

Ketika manusia yang lain asyik tidur, maka dia bangun untuk shalat malam. Orang yang
tidak belajar quran, tidak menghafal quran malamnya akan tidur lelap. Sedangkan orang yang rajin menggeluti alquran, maka alquran itu akan membangunkannya dimalam hari. Serta membawa perubahan didalam kehidupannya.

Yang kedua :“Wabainaha Rihi Izhannasu Yuftirun” : alquran akan membuat orang yang
membacanya disiang hari ketika orang orang tidak berpuasa, maka dia berpuasa. Alquran selalu mengajak orang yang mengamalkan untuk mengurangi makan. Mengajak dia untuk
mengamalkan apa yang disebutkan dalam alquran, yaitu anjuran untuk berpuasa tidak
menghabiskan waktunya hanya untuk makan dan memenuhi kebutuhan dunia saja.

Ketiga: “Wabibuka Ihi Izhannasu Yadhakun”, alquran akan membuat orang selal membacanya, disaat manusia manusia lain sedang tertawa terbahak-bahak, maka alquran akan mengajak ahli quran tersebut menyendiri dan menangis. Menangisi apa? menangisi dosa-dosa yang pernah dilakukan dalam kehidupan lalunya, sehingga memperbaiki untuk kehidupan yang akan dilalui berikutnya.

Di saaat orang-orang sedang menertawakan orang lain, tertawa menonton tampilan di
media social miliknya, tertawa melihat keindahan dunia yang menipu, maka orang yang ahli quran akan merenungi dosa-dosanya, kemudian dia menangis. Karena mengingat dosa-dosanya ternyata lebih banyak dari pada kesenangannya. Begitulah alquran menjaga orang yang mengamalkannya.

Keempat. “Wabiwaraaihi Izhannasu Yahklitun”. Ketika orang lain sudah tak perduli halal
dan haram, ketika orang orang sudah tidak lagi selektif dalam mata penceharianya, maka alquran akan membimbing ahli quran berhati-hati sekali dalam memasukkan sesuatu dalam perutnya. Orang yang ahli alquran dia akan melihat ini pekerjaan halal atau haram. Ini makanan halal atau haram. Cara berdagang seperti ini halal atau haram, dan dia akan terus dan selalu menyeleksi apa yang akan dikonsumsinya.

Karena sesuatu yang masuk kedalam perut seseorang itu akan mempengaruhi prilakunya,
akan mempegaruhi tutur katanya, akan mempengaruhi pola pikirnya, sehingga ahli quran akan sangat berhati-hati sekali dalam mamasukkan sesuatu kedalam mulutnya. Dan dia tak akan terbawa oleh lingkungannya,di saat lingkungannya sudah tak peduli lagi dengan halal atau haram, maka dia akan tetap istiqomah memperhatikan haram dan halal.

Kelima: “Wabishamtihi Izhannasu Yakhudduun”. Ketika semua manusia sedang
disibukkan oleh hal-hal yang tidak bermanfaat, maka dia akan banyak diam. Akan banyak
bertafakur, menghindari hal- hal yang kurang bermanfaat. Apalagi hal- hal yang tak ada manfaat.

Keenam: “Wabikhusuihi Izhannasu Yakhtalunn”. Ahli alquran akan tampak
ketawadu’anya di saat orang lain sedang bersombong-sombong. Disaat orang-orang sedang membanggakan kelebihannya masing-masig, kelebihan hartanya, kelebihan kedekatanya dengan pejabat, dia pikir dengan harta dan pejabat yang dia banggakan dia akan selamat? Yang akan menyelamatkan adalah kedekatan kita dengan alquran dan Allah SWT.

Alquran dan Prilaku
Logo Institute Quran Center

Ketika orang orang sedang bangga dengan status sosialnya. Bangga dengan ilmunya, ketika manusia sedang bangga dengan kelebihan-kelebihan dunia yang dia miliki, maka ahli quran dia akan merendahkan hatinya. Dia akan tundukkan kepalanya, karena alquran mengajarkan dia untuk tawadhu’.

Maka, semakin dekat dengan alquran harus semakin membaik prilaku kita seharusnya.
Disaat mansuia sedang terlelap dalam tidurnya, dia bangun untuk menjaga malamnya. Siang harinya di gunakan untuk berpuasa, ketika orang-orang banyak tertawa, maka ahli quran banyak menangis, ketika orang-orang tak peduli halal haram, maka dia akan selektif memilih sumber rezekinya. Ketika orag-orang sibuk berbicara hal-hal tak bermanfaat, maka dia akan berhati-hati dalam berbicara. Ketika orang lain sedang sombong, maka dia akan semakin mendekatkan dirinya kepala Allah SWT.

Fastabiqul khairat….

Oleh : Muhammad Roni, M.A

Penulis merupakan Founder Institute Quran Center (Lembaga ini bergerak di bidang sosial, edukasi tentang pendidikan alquran, menghafal quran, dan seni dalam membaca quran. Berdiri sejak 02 November 2018)