Jurnalis Data (Editorial : Alfiannur Syafitri)

Jurnalis Data
Peneliti Anggaran dan Kebijakan Publik GSRI-Alfiannur Syafitri saat diskusi sosialiasi Omnibuslaw di Medan beberapa waktu lalu.

MUDANEWS.COM – Jurnalisme data atau jurnalis by data adalah spesifikasi khusus dari Jurnalistik Investigasi.

Jurnalisme ini adalah anti tesis dari Talk Jurnalism (Jurnalistik cakap-cakap) alias Jurnalisme Air Liur.

Jurnalisme by data, seiring kemajuan peradaban menjadi kebutuhan. Walaupun untuk meningkatkannya menjadi jurnalisme investigasi, butuh banyak pengorbanan waktu, biaya juga riset mendalam.

Para pengusung jurnalisme ini ditanah air tercatat seperti Yosep Adi Prasetyo (Stanley), Farid Gaban, Bambang Wisudo, Hanif Suranto, Samiaji Bintang, Metta Dharma Saputra, dan beberapa jurnalisme kondang lainnya.

Diantara mereka yang paling super hyper aktif, sebut saja Mbah Dandhy Dwi Laksono, penggerak Ekspedisi Biru, Sexy Killers dan yang terakhir tengah hits KINIPAN.

Karena berdasarkan data, banyak yang panas dingin dan keringatan menghadapi jurnalistik ini. Tapi ibarat anak panah yang terlepas dari busurnya, tak ada pilihan lain selain menerima kenyataan. Dan melakukan perbaikan, berdasarkan data dan fakta yang terjadi tadi.

Beberapa pihak yang tak siap menghadapi kenyataan, bahkan berupaya membungkam data serta fakta lewat pasal karet UU ITE.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, MSi, yang paham penggunaan UU ITE oleh sementara pihak guna membungkam data dan fakta, tentunya dapat menyulitkan aparat kepolisian dilapangan. Dan dapat semakin menjauhkan aparat penegak hukum, dengan publik yang harus mereka ayomi, lindungi dan layani. Membuat keputusan tegas sebagai Kepala Kepolisian RI, dengan mengeluarkan SE Kapolri No.2 Tahun 2021 tentang penanganan laporan dugaan ITE.

Dan menjadi juknis, protap, dan standart pelayanan bagi seluruh petugas kepolisian ditanah air.

Tentunya sebagai warga negara yang baik, mari kita dukung cita-cita luhur Kapolri Jendral Listyo Sigit tersebut. Apalagi program mulia Jendral Listyo adalah bagaimana aparat Kepolisian RI dapat tegak lurus, hingga pameo citra miring seperti Hukum Tumpul Keatas namun Tajam Kebawah tidak akan terdengar lagi.
Semoga.