Srikandi Lestari Desak Dishut Provsu Tindak Tegas Oknum Perambah Hutan

Srikandi Lestari
Kadishut Provsu Ir Herianto MSi memimpin rapat penyelesaian konflik antara Kelompok Tani Nipah dengan pengusaha sawit.

MUDANEWS.COM, Medan – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Dishut Provsu) menggelar rapat penyelesaian konflik antara Kelompok Tani Nipah Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dengan oknum pengusaha perkebunan sawit Immanuel Sibuea yang berdiri diatas areal Perhutanan Sosial, di Aula Dishut Provsu di Jalan Sisingamangaraja Km 5,5 No 14 Marindal, Medan, Selasa (16/2/2021).

Direktur Yayasan Srikandi Lestari Sumiati Surbakti mendesak pemerintah, dalam hal ini Dishut Provsu untuk mengusut dan menindak tegas oknum perambah hutan. Karena, kasus yang dialami Ketua dan Anggota Kelompok Tani Nipah tidak terpisahkan dari kawasan hutan yang mereka kelola yang selalu bergesekan degan pengusaha sawit di areal itu.

“Kalaulah masih tetap ditarik pada persoalan pidana murni, dapat dianalogikan bahwa Ketua dan Anggota Kelompok Tani Nipah memukul maling atau orang asing yang masuk ke wilayah mereka, lalu mereka dipidana, sementara malingnya bebas,” ketus wanita yang akrab disapa Mimi itu.

Pada kesempatan itu, Kadiv SDM LBH Medan M Ali Nafiah SH selaku kuasa hukum Kelompok Tani Nipah, memohon kepada Kadishut Provsu dan KPH Wilayah-I Stabat agar berkenan menguatkan permohonan penangguhan penahanan yang disampaikan oleh LBH Medan ke Kapolsek Tanjung Pura dan ditembuskan ke Kapolres Langkat, terkait kasus yang dialami kliennya.

“Kelompok Tani Nipah bersedia bersamai, sepanjang pihak perkebunan sawit Immanuel Sibuea mampu menunjukkan alas hak atas tanahnya secara otentik. Dengan atau tanpa itikad baik pemilik kebun sawit, kami tetap bermohon kepada Dishut Provsu dan KPH Wilayah-I Stabat untuk menguatkan penanggung penahanan klien kami,” kata Ali.

Pertemuan yang difasilitasi Dishut Provsu itu terkesan tidak dihargai dan dihormati oleh pihak kuasa hukum Immanuel Sibuea yang turut hadir disana. Mereka melakukan walk out saat pertemuan itu diskorsing, sembari menunggu itikad baik Immanuel Sibuea untuk berdamai dengan Kelompok Tani Nipah. (Tim)