SEMA STAI JM Tanjung Pura Langkat, Mengecam Keras Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron

SEMA STAI JM Tanjung Pura Langkat, Mengecam Keras Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Ketua Umum Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura Langkat Masa Khidmat 2019-2020, Riza Ansyari.

MUDANEWS.COM, Langkat – Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura Langkat Sumatera Utara (SEMA STAI JM) Mengecam keras pernyataan yang di lontarkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan Islam merupakan agama yang sedang mengalami krisis.

Kemudian sikap Presiden Prancis yang mendukung dipublikasikannya karikatur Nabi Muhammad SAW dengan alasan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi. Ini sangat menyakiti hati umat muslim tentunya.

Hal ini di sampaikan oleh Riza Ansyari selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura Langkat Masa Khidmat 2019-2020. Selasa (03/11).

Ia menuturkan bahwa kebebasan berekspresi itu mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai. “Kita harus saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing, bahwa Islam memiliki ajaran yang melarang untuk menggambar Nabi Muhammad SAW dalam bentuk apapun,” ujar Riza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/11).

“Saya sampaikan Ini namanya pelecehan dari Presiden Prancis kepada orang yang kita cintai, orang yang kita sayangi, yang kita rindukan, kekasih Allah, Nabi Besar Muhammad SAW,” tegas Riza.

“Kami selaku mahasiswa, menuntut keras penghinaan ini agar di tindak tegas dan pemerintah Indonesia harus mengambil sikap tegas. Sungguh ini sangat menyakiti hati umat muslim, dan kami juga meminta agar Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf dan menarik perkataannya yang telah mencederai hati seluruh umat muslim atas apa yang telah di sampaikannya demi perdamaian dunia,” pintanya.

Riza juga mengapresiasi langkah – langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang sudah mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Kita berharap seluruh umat beragama saling menghargai dan menghormati agama lain, tidak boleh ada menyinggung kepercayaan dan keyakinan manapun, saling menghargai, hidup rukun dan damai di tengah pandemi COVID-19,” pungkas Riza mengakhiri. Berita Langkat, red