PSMS Medan, Minta PSSI dan PT LIB Tegas soal Kelanjutan Kompetisi

PSMS Medan, Minta PSSI dan PT LIB Tegas soal Kelanjutan Kompetisi
Manager PSMS Medan, Mulyadi Simatupang. (Net/Foto)

MUDANEWS.COM, Medan – Penanggungjawab PSMS, Mulyadi Simatupang menyatakan, kondisi terburuk yang bisa diputuskan dalam Manager Meeting bersama PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) Selasa (13/10/2020) mendatang adalah dihentikannya kompetisi musim ini.

Namun ia melihat, jika liga dibatalkan, maka akan turut berimbas pada banyak hal termasuk para pemain.

“Kondisi terburuknya memang kompetisi dihentikan. Tapi kan kembali lagi sepakbola ini kita lihat katakanlah 20 tim liga 1 itu kan melibatkan ratusan orang. Dan liga 2 saya kira jadi ribuan orang dan kepentingan. Jadi kalau dihentikan, disamping sepakbolanya, dari sisi ekonomi juga makin terpuruklah,” ujarnya, Jumat (9/10/2020) sore.

Mulyadi juga mengatakan dalam persiapan liga, setiap klub tentunya tidak sedikit sudah menggelontorkan dana. Karena itu PSMS tetap ingin liga 2 bisa digelar.

“Jadi kita ingin minta agar kompetisi sepakbola musim ini tetap bisa dilanjutkan,” kata Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menambahkan, jika liga memang batal digelar, maka klub-klub peserta harus dapat kejelasan terkait kontrak pemain dan pelatih, serta kejelasan musim berikutnya.

Mulyadi yang juga manajer klub PSMS Medan ini menegaskan akan menolak jika liga justru diubah menjadi mini turnamen. Kabar ini terkait dengan adanya rumor yang beredar akan ada mini Turnamen yang Digelar di Yogyakarta.

Seperti diketahui yang belakangan muncul terkait kemungkinan digelarnya mini turnamen yang melibatkan tim-tim yang saat ini berada di Yogyakarta. Selain Persiraja, ada Barito Putera dan PSM Makassar yang memutuskan bertahan. Plus dua tim PSIM dan PSS Sleman.

Manajemen PSMS Medan pun menolak jika turnamen mini seperti itu digelar bagi tim-tim liga 2. Apalagi jika turnamen itu jadi pengganti liga namun tidak adanya tim promosi ke liga 1 musim depan.

“Ya sia-sialah (turnamen mini). Finansial juga habis. Waktu, tenaga dan pikiran juga habis. Sangat disayangkan dengan persiapan kita. Kalau liga dibatalkan ya kita sangat menyayangkan. Ya mau gimana lagi. Tapi apapun kita dukung keputusan pemerintah,” pungkasnya.

Sumber : Tribun-Medan.com