Warga Segel Kantor Desa Perlis Langkat, Diduga Tidak Transparan Tentang Dana Desa

Warga Segel Kantor Desa Perlis Langkat, Diduga Tidak Transparan Tentang Dana Desa
Emak-emak ikut menyegel Kantor Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat, Sumut

MUDANEWS.COM, Langkat – Ratusan warga menyegel Kantor Kepala Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (30/6/2020).

Diduga kerena Kades tidak transparan dalam penggunaan dana desa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

Salah seorang warga Dusun VII Jumiliah (52), ini terlihat sangat kesal dengan Kades Perlis. Dirinya merasa kades tidak adil dalam pembagian BLT DD dan bantuan lainnya. “Kami orang miskin, kenapa kami gak dapat bantuan apapun. Kami minta Kades untuk mundur dari jabatannya,” kesalnya.

Warga lainnya juga mengungkapkan kekesalannya dengan meneriakkan tuntutan agar Junaidi Salim bisa transparan dalam penggunaan dana desa. Menurut warga, saat diminta realisasi APBDes, Junaidi Salim mengaku bahwa ada Perbup yang membatasi keterbukaan informasi publik tersebut.

Namun sayang, hingga saat ini Junaidi Salim belum juga bisa menunjukkan Perbup yang dijadikannya alasan untuk tidak mempublikasikan realisasi APBDes yang diminta masyarakat.

Warga Segel Kantor Desa Perlis Langkat, Diduga Tidak Transparan Tentang Dana Desa (2)
Warga protes dengan Kepala Desa Perlis

“Dah berulangkali kali kami minta realisasi APBDes tapi selalu kades bilang itu merupakan rahasia dan sudah diatur dalam Perbup. Tapi sampe sekarang gak bisa disebutkannya Perbup itu. Padahal, ada beberapa Permen yang menyatakan bahwa Pemdes harus mempublikasikan seluruh penggunaan dana desa,” ungkap Basir (34) warga Dusun VII Panglong.

Ironisnya, ada warga yang mengaku kesal dengan ulah Sekdes Perlis berinisial Yud yang kerap enggan melayani warga yang hendak membuat dokumen kependudukan. Sekdes malah mengarahkan warga untuk mengurusnya kepada warga berinisial EW dengan sejumlah uang.

Orasi warga akhirnya dapat mereda setelah kehadiran Kanit Binmas Polsek Brandan IPDA PLP Marbun yang turun langsung untuk berdialog dengan warga. “Saya minta agar kita tetap jaga kondusifitas, saya juga berharap agar semua masalah bisa kita selesaikan dengan cara kekeluargaan dan kepala dingin,” pintanya.

Sementara, saat awak media berulangkali dihubungi via telepon selulernya, Junaidi Salim belum bisa dikonfirmasi melalui telepon seluler dan pesan whatsapp sudah dilayangkan. Berita Langkat, tim