Abaikan Prokotol Kesehatan, Pasar Murah Pemprov Sumut Bisa Sebabkan Penyebaran Corona dengan Cepat

Abaikan Prokotol Kesehatan, Pasar Murah Pemprov Sumut Bisa Sebabkan Penyebaran Corona Dengan Cepat
Situasi di pasar murah pancing dikerumunin warga

MUDANEWS.COM, Medan – Ribuan orang berkerumun mendatangi pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Sumut ditengah pandemi Corona di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar No.9, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kerumunan ini dinilai dapat menyebabkan penyebaran virus Corona dengan cepat.

“Kita dukung kegiatan pasar murah ini, membantu masyarakat ditengah situasi sulit begini. Tapi ya harusnya mekanisme diperbaiki, ini seperti panitia mengabaikan protokol kesehatan. Kejadian seperti ini bisa menyebabkan penyebaran virus Corona semakin sepat,” ujar Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumut Hendra Hidayat, Minggu (17/5/2020).

Hendra mengungkapkan kekhawatiran jika ada orang yang ikut dalam kerumunan saat di pasar murah membawa virus. Hal ini menurut Hendra dapat menyebabkan orang yang terkena Corona di Sumut akan meningkat.

“Mudah-mudahan tidak ada. Tapi jika ada, orang yang datang ke lokasi itu saat berkerumun adalah orang yang terpapar Corona, pasti dia akan menyebarkan ke orang lain. Angka di Sumut ini akan jauh meningkat, sangat jauh bahkan. Tapi semoga saja tidak ada,” jelas Hendra.

PGK Sumut: Jika Sembako Bantuan Dibeli di Kedai, Pemprov Sumut Masih Untung Miliaran
Ketua PGK Sumut Hendra Hidayat.

Hendra menyebut ini murni kesalahan penyelenggara pasar murah. Menurutnya sangat wajar jika masyarakat datang berbondong-bondong ditengah sulitnya ekonomi karena pandemi Corona ini.

“Yang salah ya pelaksana, tidak dapat mengantisipasi kejadian seperti ini. Harusnya pelaksana kan punya planning matang, karena kami yakin panitia sadar akan datang ribuan orang mendatangi pasar murah ini. Namanya juga situasi ekonomi lagi sulit,” lanjut Hendra.

Hendra juga menyebut Pemprov Sumut mengundang orang untuk berkerumun. Hal ini kata Hendra bertolak belakang dari adanya larangan berkerumun yang disampaikan oleh pemerintah.

“Ya ini kan namanya Pemprov mengundang masyarakat untuk berkerumun. Padahal, di Cafe saja ada lima orang langsung disuruh pulang. Ini ada ribuan. Gawat,” tandasnya. Berita Medan, tim