Pandemi Corona, Lurah Bingai Langkat Bagikan Beras kepada Keluarga yang Dikarantina

67 Warga Langkat Dikarantina, Pantaskah di Gedung PKK ?
Ambulance Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat saat keluar dari Gedung PKK Stabat, Jumat (27/3/2020).

MUDANEWS.COM, Langkat – Lurah Bingai Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat membagikan beras satu hari 1 Kg selama 14 hari untuk 11 keluarga yang dikarantina di tengah pandemi virus corona (Covid-19) guna membantu ekonomi masyarakat.

Hal demikian dikatakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Ustaz Ibrahim Fansyuri SPdI, Rabu (1/4/2020).

“Beras diberikan karena suami mereka dikarantina di Gedung PKK Stabat, tidak dapat bekerja, emak-emak itu marah, siapa yang memberikan nafkah, kalau suaminya kami tidak bekerja,” bilang Ibrahim melanjutkan.

Dan yang paling penting, tambah Ibrahim, adanya polemik ditengah masyarakat. Dari 12 Warga Bingai yang dikarantina, menjadi 11, karena 1 warga lingkungan IV kelurahan Bingai dikarantina di rumah.

“Alasan dari Satgas Covid-19 Langkat, keterbatasan tempat. kan ada Akper Pemkab Langkat,” sebutnya.

Sambung Ibrahim, emak-emak itu meminta semuanya warga langkat yang baru pulang dari luar daerah dan luar negeri di karantina, tidak dibeda-bedakan, atau semua dipulangkan saja orang tanpa gejala (OTG) itu.

Selain itu, Ibrahim mengharapkan Camat Wampu dan Bupati Langkat memperhatikan dan memberikan solusi warga di tengah Pandemi Corona. “Jangan sampai rakyat panik dan tidak bisa memberikan nafkah anak istrinya,” tuturnya.

Sementara, salah seorang sumber yang sedang dikarantina di Gedung PKK Stabat mengatakan belum adanya tempat cuci tangan secara khusus, hanya cuci tangan dikamar mandi.

“Kalau dikasi makan ayam sudah dari hari pertama aku disini, kalau vitamin dari hari Senin siang (30/3/2020) dan buah-buahan dari Selasa pagi (31/1),” kata sumber yang layak dipercaya ketika dihubungi mudanews.com, Kamis (2/3/2020).

Selain itu, ungkap sumber, hand sanitizer untuk penjaga posko sudah ada, untuk kami yang belum.

Saat dikonfirmasi Juru bicara Covid-19 Langkat dr Arifin Sinaga. Ditanya apakah benar ada warga yang dipulangkan karena keterbatas tempat, ia enggan menjawab. Berita Langkat, red