RSUD Tanjung Pura, Keluhkan Tidak Ada APD Ditengah Wabah Corona

RSUD Tanjung Pura, Keluhkan Tidak Ada APD Ditengah Wabah Corona
RSUD Tanjung Pura Langkat Sumut

MUDANEWS.COM, Medan – Dirut Rumah Sakit Tanjung Pura (RSUD) Dr. Immanuel Sinaga membenarkan menerima sumbangan/Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa goggle, Masker N 95, Sepatu Bot, Baju Pelindung, Sarung Tangan, Penutup Kepala, Masker Bedah, Face Shield, Sho Cover, Jubah, Apron dan tidak menerima dalam bentuk uang.

Dalam flyer tersebut dituliskan, Kami Perlu Perlindungan. Dokter dan tenaga medis bekerja dalam keterbatasan untuk melawan wabah corona. Setidaknya enam dokter meninggal terinveksi virus itu. Berbagai rumah sakit melaporkan kekurangan.

“Terkait Covid-19, maka APD sangat sulit diperoleh di pasaran dan tim kita harus siap melayani tanpa APD, sulit untuk melayani jadi kita harap ada donatur yang punya APD untuk menyumbangkannya demi lancarnya penanganan Covid-19 tanpa ada unsur paksaan dan balas jasa,” kata Immanuel ketika dihubungi mudanews.com melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu (28/3/2020).

Di tengah mewabahnya corona, dia mengeluhkan, saat ini memperoleh APD sangat sulit, hendak dibelipun tidak ada barangnya.

RSUD Tanjung Pura Terima Sumbangan APD, Anggaran 6,9 Miliar Kemana?
Flyer

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Langkat menganggarkan dana untuk antisipasi Virus Corona atau Covid-19 Rp.6,9 Miliar dikutip dari Buana.news, yang bersumber dari APBD Langkat. Hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD Langkat dengan Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan  Covid-19 Kabupaten Langkat, Senin (23/3/2020).

salah satu no kotak yang ada di flyer, Dr Mardiana Sinaga saat dikonfirmasi mengungkapkan, RSUD Tanjung Pura rujukan dari Puskesmas, tapi bukan rujukan akhir. Kita melayani kalau ada pasien dari Puskesmas dan datang dari masyarakat. Karena kita memiliki ruangan isolasi sementara sebelum dikirim ke RS rujukan akhir.

“Kalau mau menyumbang kirim ke RS aja, dengan alamat tertera di logo itu,” pungkasnya.

Sementara, Nuh salah seorang mahasiswa mempertanyakan kemana anggaran Rp.6,9 Miliar tersebut, seharusnya dengan anggaran yang begitu besar, untuk dioptimalkan dalam penanggulangan Covid-19 di Langkat.

“Pemkab Langkat harus transparan terkait anggaran yang telah dialokasikan dalam penanganan Covid-19 di Langkat,” tegasnya. Berita Langkat, red