Konflik di Kawasan TNGL Besitang, Polisi Sebut Salah Paham

Konflik di Kawasan TNGL Besitang, Polisi Sebut Salah Paham
Mediasi usai keluar dari Kawasan Hutan TNGL Besitang, Sabtu (25/1/2020)

MUDANEWS.COM, Langkat – Juru bicara kedatukan Besitang Hidayat mengatakan seorang datang (seorang pimpinan kelompok kemitraan konservasi lingkungan) ke tempat diskusi, sempat hampir terjadi bentrok satu lawan satu. Namun masyarakat Desa Sei Bamban, Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara melerainya.

“Diskusi pun tetap berlangsung antara masyarakat dengan staf TNGL Besitang. Masyarakat juga mengadukan terkait jembatan yang dirusak tersebut. Akhirnya, staf tersebut juga akan mengkondisikan jembatan,” kata Hidayat, Minggu (25/1/2020).

Namun, ada lagi kelompok yang menurut informasi bahwa kelompok masyarakat yang diduga merusak jembatan juga berjaga di jembatan.

Selanjutnya, pukul 15.15 WIB, saat 2 rombongan mobil akan pulang, dan mengkonfirmasi bahwa titi sudah diperbaiki. Namun seorang peserta diskusi mencek titi.

Kemudian, saat kembali, orang yang mengkonfirmasi mengatakan bahwa jembatan masih rusak, dan sekitar belasan orang menunggu di jembatan.

“Sekira pukul 17.00 WIB, personil Polsek Besitang membawa rombongan kedatukan besitang keluar dari kawasan hutan TNGL Besitang,” kata juru bicara kedatukan besitang.

Sementara Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir saat dikonfirmasi mudanews.com melalui pesan whatsapp mengatakan, tadi saya cek ke Polsek, situasi kondusif, cuma salah paham saja, Kapolsek sudah mediasikan.

“Alhamdulillah musyawarah tadi berjalan baik,” kata Kasat. Berita Langkat, red