Bencana Alam atau Ilegal Loging, JMM Sumut: Kita Jangan Saling Menyudutkan !

Bencana Alam atau Ilegal Loging, JMM Sumut: Kita Jangan Saling Menyudutkan !
Ketua Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara, Fahrul Rozi Harahap ketika diwawancarai.

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu Utara – Pada akhir pekan ini maraknya diberitakan persoalan antara bencana alam dan ilegal Loging di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini banyak menuai sorotan terkhusus jadi sorotan Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, sontak Gubernur Sumatera Utara menyampaikan komentarnya terkait hal tersebut yang kembali menuai kontroversi. Gubernur Sumatera Utara menilai bencana alam di Labura adalah murni bencana alam.

Pernyataan Gubsu tersebut banyak memancing amarah dan protes dari beberapa pihak. Pasalnya sebagian dari aktivis menyatakan Gubernur Sumatera Utara asal sebut saja, mengutip dari beberapa informasi mereka menilai kejadian bencana alam ini disebabkan adanya penebangan hutan (Ilegal Loging) dan seolah tak terima bencana alam itu adalah murni.

Dalam kesempatannya Ketua Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara, Fahrul Rozi Harahap menyampaikan dalam hal bencana alam seperti ini, kita yang ada di Sumatera Utara terkhusus pada para pemikir (intelektual) jangan saling mencela dan menyudutkan satu sama lain. Pasalnya setiap bencana tentu itu kehendak yang Maha Kuasa. Namun pada satu sisi sebagai kaum intelektual kita juga harus memakai metode sebab akibat. Boleh saja bencana alam tersebut disebabkan oleh Ilegal Loging. Kita harus sepakat dan mendukung penuh Polda Sumatera Utara dan Pemerintah Sumatera Utara mengusut tuntas pelaku Ilegal Loging tersebut, sebab di kutip dari Alqur’an “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia.” (Ar-Rum : 30 : 41). Maka patut dan sudah seharusnya pelaku Ilegal Loging tersebut di usut tuntas dan di penjarakan.

“Sebagai warga Sumatera Utara yang baik, tentunya kita wajar-wajar saja memberi kritikan pada pemimpin kita agar mengingat dan tidak lalai pada amanah yang di jalankannya. Ketika kita memberi kritikan bukan berarti kita benci, namun sebaliknya itu tanda kita peduli dan sayang. Akan tetapi kita juga harus berpikir kedepan, ketika persoalan bencana alam seperti ini, kita harus sama-sama memikirkan jalan keluarnya mungkin dengan berdoa, berusaha dan muhasabah untuk kedepan menuju Sumatera Bermartabat,” tutup Ketum JMM Sumut. Berita Labuhan, red