Video Parit Bekoan PT Siringo-ringo, Humas Bantah
Video Parit Bekoan PT Siringo-ringo, Humas Bantah

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu – Adanya postingan video yang beredar di group media sosial facebook yang diposting oleh pemilik akun facebook Ishak Buruh Tani terkait adanya parit bekoan yang dilakukan oleh pihak PT Siringo-ringo yang dianggap suka-suka menurut pemilik video yang beredar namun semua itu dibantah oleh Chander Sihombing selaku Humas PT Siringo-ringo beralamatkan Bina Raga, Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Sabtu (16/11/2019).

Chander Sihombing selaku Humas PT Siringo-ringo membenarkan pihak Perkebunan membuat galian parit bekoan dengan alasan adanya hewan ternak masyarakat yang masuk ke areal Perkebunan PT Siringo-ringo yang memakan tanaman sawit perusahaan. “Kalau hanya memakan rumput saja pasti nya kami tidak akan lakukan seperti itu bang,” jelasnya pihak PT Siringo-ringo kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Sambungnya, jauh hari sebelumnya sekira sebulan yang lalu,  sudah mengundang pihak masyarakat yang memiliki ladang yang berdekatan dengan Perkebunan PT Siringo-ringo untuk membicarakan terkait adanya hewan ternak yang masuk ke area kebun yang mengakibatkan tanaman rusak karena daun tanaman sawit dimakan oleh lembu ternak salah seorang masyarakat.

“Maksud dan tujuan kami mengundang masyarakat datang ke perusahaan kami agar tidak adanya perselisihan paham dan tidak ada saling di rugikan apalagi kebun kita di sini bertetangga,” ungkap Chander.

Selain itu Pihak perkebunan PT Siringo-ringo pun sudah turun langsung mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar PT Siringo-ringo didampingi kepala desa Bandar Kumbul Muhammad Toha Hasibuan serta juga tokoh masyarakat Ongah Pasaribu dan Haji Mulkan Hasibuan agar masyarakat dapat memahami semua alasan itu agar tidak ada yang saling dirugikan dari pihak mana pun.

Video Parit Bekoan PT Siringo-ringo, Humas Bantah
Lembu

“Manalah mungkin kami melakukan sesuatu tanpa ada alasan yang jelas,karena pemilik ladang serta lembuh berjumlah lebih kurang 18 ekor itu (KT) hewan ternaknya masuk ke lahan orang lain untuk makan dan mengakibatkan tanaman sawit rusak karena dimakan lembu, kalau makan rumput aja no problem bang,” tegasnya lagi.

Ia membeberkan, pesan kami tidak diindahkan maka mengambil tindakan dengan membuat parit pada hari Selasa, (12/11/2019). Hal itu dilakukan agar hewan ternak tidak masuk lagi ke area perkebunan PT Siringo-ringo yang telah memakan daun tanaman sawit perkebunan yang masih berumur 3 tahun.

Namun itupun, jika pihak masyarakat yang memiliki ternak bisa menjamin ternaknya tidak masuk lagi memakan tanaman sawit perkebunan PT Siringo-ringo maka kami akan segera menutup kembali parit tersebut.

“Saya sampaikan sekali lagi bahwa isi ucapan kata-kata yang di dalam video tersebut itu tidak benar dan bahwa kami pihak Perusahaan PT Siringo-ringo tidak melakukan perbuatan semenah-menah itu terhadap masyarakat pemilik ladang dan hewan ternak,” tegas Chander. Berita Labuhanbatu, Arjuna