Proyek Jalan Urung Kompas, Menuju N2 Labuhanbatu Amburadul
Kondisi proyek aspal Hotmix DAK TA 2018 lalu anggaran sebesar Rp 23 Milyar lebih

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu – Pekerjaan proyek peningkatan jalan dari Keluruhan Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan menuju Desa N2 Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu “Amburadul”.

Hasil investigasi awak media online Mudanews.com, pada pekerjaan proyek jalan Hotmix di Kelurahan Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan menuju Desa N2 Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, terlihat pemandangan yang berakibat merugikan negara.

Pasalnya, proyek peningkatan jalan tersebut yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun Anggaran 2018 Rp 23 Milyar, tersebut telah kopak-kapuk dan aspal Hotmix sudah pecah-pecah (retak ) sepanjangan jalan yang di aspal Hotmix.

“Padahal, belum sampai satu tahun umur pekerjaan jalan Hotmix dari Kelurahan Urung Kompas menuju Desa N2 Kecamatan Bilah Hulu itu, sudah banyak yang hancur dikanan dan kiri jalan Aspal Hotmix. Dan, banyak yang retak-retak sepanjang jalan menuju Desa N2. Itukan amburadul kerjanya”, kata warga masyarakat di Desa N2 kepada awak media Online Mudanews.com, Minggu (06/10/2019).

Menurut masyarakat setempat, bahwa yang mengerjakan proyek tersebut adalah dari PT BKA milik Asiong Cobra yang saat ini ditahan KPK di Jakarta.

Ada indikasi dugaan persekongkolan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek TA 2018 tersebut, sewaktu dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

“Ada pembiaran yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengawasan Tehnik Komitmen (PPTK) OPD Dinas Pekerjaan Umum Ruang dan Perumahan (PURP) Kabupaten Labuhanbatu sebagai penyedia barang dan jasa kepada pengguna barang dan jasa PT BKA tahun anggaran 2018 dengan volume anggaran Rp 23 Milyar lebih,” ucap warga masyarakat setempat.

Proyek Jalan Urung Kompas, Menuju N2 Labuhanbatu Amburadul
Kondisi proyek aspal Hotmix DAK TA 2018 lalu anggaran sebesar Rp 23 Milyar lebih

Terpisah, Kepala Dinas PURP Kabupaten Labuhanbatu Ir H M Safrin Msi, sewaktu hendak dikonfirmasi, Senin (07/10/2019) tidak berada dikantor.

Sama halnya, PPK OPD PURP Kabupaten Labuhanbatu Rizal ST, juga tidak terlihat berada di Kantor Dinas PUPR. Sampai berita ini diturunkan, pihak Inspektorat selaku APIP Pemkab Labuhanbatu, masih Bungkam. Berita Labuhanbatu, Mora Tanjung