Ambisi Gila-gilaan SBY untuk Menjadikan AHY sebagai Menteri

Sterilisasi dan Kristalisasi Loyalis Partai Demokrat Moeldoko sedang Dimulai
Saiful Huda Ems (SHE).

MUDANEWS.COM – Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jilid II Pemerintahan Jokowi semakin kencang, apalagi hal mengenai reshuffle kabinet Jilid II itu dibenarkan oleh juru bicara Istana Presiden Fadjloer Rachman, bahwa reshuffle itu benar akan terjadi dalam pekan-pekan ini, meski Fadjloer tidak pernah menyebut siapa-siapa yang akan direshuffle dan siapa-siapa yang akan menjadi menteri baru di Pemerintahan Jokowi.

Ada desas desus isu yang menyatakan bahwa menantu Wapres Ma’ruf Amin, yakni Muhammad Rapsel Ali yang merupakan suami dari putri ke empat Wapres Ma’ruf Amin yang juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NASDEM, akan masuk menjadi bagian dari menteri baru di jajaran Kabinet Indonesia Maju hasil reshuffle jilid II Pemerintahan Jokowi. Namun ada pula kampanye-kampanye lain yang terselubung, dan yang lebih terkesan titipan dan sangat dipaksakan yang datang dari CV. Partai Cikeas.

Setyo Purwanto, seorang direktur eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy memberi tanggapan soal isu Reshuffle Kabinet Jilid II ini. Ia mengatakan bahwa Partai Demokrat memiliki peluang besar untuk menjadikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menpora menggantikan Zainudin Amali. Menurutnya AHY berpeluang menjadi Menpora karena jiwa mudanya yang vusioner. Lebih lanjut Setyo mengatakan, bahwa hal itu bisa menjadi upaya dalam melanjutkan proyek yang ingin dilanjutkan oleh Menpora Zainudin Amali.

“Mungkin saja ada kolaborasi bawah tanah dengan Darmizal cs., yang menginginkan proyek Wisma Atlet Hambalang dilanjutkan. Nah, AHY paling cocok jadi Menporanya”. Jelas Setyo Purwanto.

Kita sebagai masyarakat sangat mudah sekali melihat apa yang ada di balik kata-kata Setyo ini. Nampak sekali ada Kuntil Anak di Balik Hambalang, alias ada i’tikad jahat dibalik kampanye terselubung yang agaknya merupakan titipan Raja Mangkrak Hambalang, SBY melalui para pengamat politik sewaannya, yang terkesan sangat ingin memaksakan anaknya (AHY) untuk menjadi menteri setelah SBY gagal total menjadikan AHY sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu itu. Meskipun saat itu seluruh pendukungnya sudah dikerahkan ke Jakarta melalui Lebaran Kuda, AHY tetap kalah total dan berada di urutan no buncit di bawah Ahok.

Setyo mungkin lupa, bahwa selama SBY menjadi Presiden RI dua periode, banyak sekali proyek-proyek mangkrak yang ditinggalkannya, hingga Pemerintahan Jokowi dibuat repot untuk menyelesaikan proyek-proyek mangkrak itu. Proyek-proyek mangkrak SBY yang jika didaftar satu persatu menggunakan kertas Kuarto a4 yang telah diprinter dari komputer, panjangnya bisa mencapai dari Monas Jakarta hingga rumah SBY di Cikeas Bogor !.

Apa Setyo lupa, bahwa dengan banyaknya Proyek-Proyek Mangkrak SBY itu Presiden Jokowi sempat memerintahkan BPK dan beberapa kementrian terkait, seperti Menteri PU, Menteri BUMN dll. untuk melakukan analisis dan audit terhadap banyaknya proyek-proyek mangkrak yang ditinggal lari oleh SBY hingga merugikan negara trilyunan rupiah itu? Proyek jalan tol Pemalang-Surabaya, proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung, proyek Jembatan Merah-Putih Ambon, proyek Bandara Kertajati ditinggal kabur oleh SBY kemudian dirampungkan oleh Presiden Jokowi.

Belum lagi 34 Proyek Mangkrak Pembangkit Listrik 35.000 MW yang dibangun dan ditinggal lari, kabur oleh SBY sejak tahun 2008 hingga tumbuh rumput dan padang ilalang, membuat Pemerintahan Jokowi pusing kepalang, karena Jokowi kebagian PR untuk melanjutkan proyek yang dananya dahulu sudah mengalir deras trilyunan namun tidak pernah jelas pertanggung jawabannya oleh SBY itu. Belum lagi bicara soal Proyek Hambalang yang nilai proyeknya nyaris mendekati 3 trilyun rupiah, dananya habis dibuat bancakan ramai-ramai oleh gerombolan Cikeas perusak negara !.

Presiden Jokowi sangat terlihat masih berusaha menahan diri untuk tidak mendesak KPK agar selekasnya menuntaskan perburuan koruptor proyek-proyek mangkrak peninggalan SBY itu, lalu kenapa SBY masih belum jua sadar-sadar dan malah terkesan memaksakan anaknya (AHY) untuk menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Jokowi? Ada apa dengan SBY? Ada apa dengan Setyo Purwanto Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Demokcratic Policy? Sekali lagi saya katakan, Reshuffle Kabinet itu murni hak konstitusional Presiden Jokowi, maka jangan sekali-kali lagi menekan-nekan Presiden Jokowi untuk memasukkan AHY ke Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Jokowi, karena Presiden Jokowi itu tidak bisa ditekan-tekan !…(SHE).

21 April 2021.

Oleh : Saiful Huda Ems (SHE) – Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko