Helicopter View Terkait KLB Partai Demokrat

KLB Partai Demokrat
Ketua Umum Terpilih Partai Demokrat saat berada di lokasi KLB (mudanews.com)

MUDANEWS.COM – Rame, akhirnya tuduhan AHY yang mengatakan Moeldoko akan mengkudeta PD terbukti, tapi kudetanya gak sampai Ngepung Cikeas, melainkan melalui KLB Sibolangit, Moeldoko terpilih secara aklamasi.

Apa Moeldoko salah, bisa iya bisa tidak, apakah Jokowi tau, bisa iya bisa tidak juga, tapi inilah politik apa saja bisa terjadi, apakah ini karma buat SBY, mungkin saja.

Partai inilah yang mengusung SBY jadi capres pertama kali kemudian pelan tapi pasti SBY menguasai PD, dan akhirnya jadilah PD sebagai partai dinasti. Pengurusnya dari mulai bapak, anak, mantu, nyaris cucu.

Prestasi PD yang terbaik hanya saat melambungkan SBY di periode kedua dimana perolehan kursi DPR nya mencapai 150 kursi, setelah itu longsor abis, pemilu 2019 hanya dapat 54 kursi ke Senayan.

Dari performance itu saja gak usah pakai analisa segala, bahwa PD sebagai partai yang pernah “sempat” jaya tak bisa menjaga dirinya, apalagi SBY keliatan sekali mendesign PD sebagai rumah tangganya sendiri tanpa mau berbagi.

Hadirnya AHY yang dipaksa melepas karir TNI nya terlalu tergesa-gesa. Semua tau AHY di proyeksikan untuk jadi presiden, padahal jam terbangnya masih kelas terbang perintis.

Ini akibat ambisi bapak, anak di ternak.

Kemudian makin norak, AHY dijadikan Ketum partai dimana para senior hanya bisa nyongor tanpa bisa apa-apa.

Ibarat mengurus rumah tangga terlalu banyak ngurus tetangga, akhirnya anak-anaknya gak terurus semua. Kepercayaan yang disampirkan di pundak anaknya terlalu tergesa-gesa orang bilang AHY gak pernah mendaki, tau-tau ada di puncak gunung.

Istilah helicopter view adalah saat dimana seseorang melihat kebawah dengan ketinggian, dia tak bisa melihat mana kawan mana lawan, memang dia tak paham karena dia didatangkan bukan ditempa sebagaimana mestinya.

Salah siapa, ya salah SBY, dia terlalu pede, dia pikir ngurus partai bisa cuma pakai remote. Sekarang mau teriak lantang apalagi nyatanya dia kecolongan.

Mulai hari ini akan ada dua partai Demokrat. Demokrat PERJUANGAN dan Demokrat KECOLONGAN. Tinggal nanti kuat-kuatan, mana yang akan bertahan dan mana yang hilang perlahan.

Ini bukan lagi masalah Tuhan suka atau tidak, tapi lebih kepada siapa pasar memihak.

Harusnya dengan kejadian ini SBY dan AHY bisa lebih bijak karena dengan adanya dua PD maka bisa saling menakar siapa yang lebih mengakar, tapi kalau kalah ya silakan angkat koper.

Selamat buat Pak Moeldoko yang telah membuat suasana jadi ramai. Semoga Demokrat KLB bisa jadi rumah kebaikan masa depan. Tapi yang pasti jangan kepedean.

Oleh : Iyyas Subiakto