Hasanuddin: Jokowi Bukan Pemimpin yang Terbaik

Hasanuddin: Jokowi Bukan Pemimpin yang Terbaik
Hasanuddin, MSi.

MUDANEWS.COM – Faktanya pertarungan antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi diputuskan oleh Hakim MK bahwa pemenangnya adalah Jokowi-Ma’ruf Amin, dan sah memimpin kita hingga saat ini. Dengan demikian Jokowilah pemimpin saat ini, namun dia bukanlah Pemimpin yang terbaik.

Bangsa ini memerlukan pemimpin yang lebih baik dari waktu ke waktu, karena tantangan perubahan senantiasa hadir dan memerlukan respons terbaik dari seorang pemimpin. Itulah harapan kita sebagai warga negara. Kita memiliki harapan agar pemimpin yang memimpin Bangsa Indonesia mampu mencara solusi terbaik atas setiap permasalahan yang dihadapi. Dan bukan sebaliknya, menjadi permasalahan, dan menimbulkan masalah baru.

Manusia sejatinya tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Setiap sebuah masalah dapat diatasinya, akan muncul masalah-masalah baru, tantangan baru, demikianlah seterusnya. Pemimpin sebab itu tidaklah dituntut penyelesaian atas sebuah masalah. Pada mereka hanya diberi beban untuk meminimalisir resiko dari masalah yang muncul, dan sebaliknya memaksimalkan peluang yang menyertai setiap permasalahan. Pemimpin harus memiliki kemampuan memaksimalkan peluang pada setiap permasalahan. Dalam beberapa kasus tertentu, ada pemimpin yang secara sadar dan terencana menghadirkan suatu permasalahan, lalu dengan kepandaiannya ia mampu melipatgandakan peluang dan memperoleh hasil dari permasalahan yang dia ciptakan.

Hal seperti itu nampak jelas belum dimiliki oleh Jokowi. Sehingga menjadi penting untuk menyadari betapa penting menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang lebih kualifed daripada Jokowi.

Rekrutmen kepemimpinan politik nasional, ditentukan oleh Partai-partai politik. Kualitas para politisi amat menentukan apa dicapai dalam menghasilkan kepemimpinan Nasional, baik ditingkat pusat maupun di tingkat lokal. Alih-alih menghasilkan pemimpin yang berintegritas, bacaan yang nampak justru korupsi dan tindakan kesewenang-wenangan yang makin massif terjadi. Parpol gagal dalam proses rekrutmen politik. Para elit parpol mesti instrosopksi, kenapa kepala Daerah yang mereka usung terlibat kejahatan korupsi. Kenapa calon Presiden-Wakil Presiden yang mereka tawarkan untuk dipilih oleh masyarakat, bukan dari putra-putri Bangsa yang terbaik.

Ologharkhi di partai-partai politik, mesti melakukan muhasabah. Apa yang telah mereka lakukan, sehingga hasil kerja partainya dalam melakukan rekrutmen politik sedemikian buruk hasilnya. Para pakar, akademisi mesti instrospeksi, rekomendasi apa yang telah mereka berikan, (jika ada) sehingga parpol mengusung figur yang cacat potensial. Para alim ulama mesti instrospeksi, dosa apa mereka sehingga tidak ada doa yang maqbul guna hadirnya pemimpin yang baik ditengah masyarakat. Dan pada akhirnya, kita semua mesti instrospeksi, kenapa diam dan membiarkan semua itu berlangsung.

Wahai para petinggi partai, lakukanlah muhasabah, buatlah terobosan yang memungkinkan figur-figur terbaik Bangsa tampil menjadi pemimpin, sekalipun itu bukan anak, saudara, atau familiy dekat anda. Fungsikanlah partai politik yang Ibu/Bpk kuasai itu, sebagaimana maksud keberadaan suatu partai politik di negara demokrasi yang bermartabat. Jika anda beriman, anda akan melakukan semua itu, demi kehidupan akhirat anda yang lebih baik. Jadi amal jariyah bagi anda.

Pak Jokowi, waktu anda memimpin masih cukup untuk meningkatkan prestasi. Masih tersisa waktu yang cukup guna meminimalisir potensi kebangkrutan bangsa. Timbanglah, jika anda masih merasa mampu melakukan yang terbaik, teruskanlah dengan jalan yang benar, sesuai konstitusi. Jika sudah tidak mampu, berikanlah yang terbaik kepada Bangsa ini, jauh lebih baik dari apa yang anda berikan kepada putra dan kerabat, serta kolega anda selama ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membetkati, setiap nafas dan langkah kita semua, dalam memperjuangkan cita-cita Proklamasi, wujud bakti kepada negara, dan para syuhada, pahlawan kusumah Bangsa.

Oleh : Hasanuddin, MSi – Ketua Umum PB HMI 2003-2005

Depok, Kamis, 4 Maret 2021