Menang Terhormat

Menang Terhormat
Wahyu Triono KS

MUDANEWS.COM – Sudah berkali-kali kandidat dalam berbagai Pemilihan Umum langsung dan sekarang langsung dan serentak bertanya pada saya.

Apa Tips sukses untuk menang pemilihan umum? Saya menjawab singkat, sebagai kandidat dalam suatu pemilu tugas anda cuma tiga, pertama, mendatangi calon pemilih, kedua, berada di tengah-tengah calon pemilih dan yakinkan untuk memilih. Ketiga, beri harapan dan kebutuhan calon pemilih.

Hampir semua kandidat bertanya kembali, siapa yang mengatur manajemen kampanye, siapa yang mengatur biaya kampanye dan siapa yang mengatur administrasi, jadwal dan strategi kampanye?

Saya menjawab kembali, kalau sebagai kandidat anda masih berpikir atau mengerjakan pekerjaan selain dari tugas utama yang saya sebutkan itu, yakinlah dari sekarang bahwa anda tidak akan mungkin memenangkan pemilihan umum.

Kalau berada di tengah-tengah calon pemilih berarti harus membayar atau membeli suara calon pemilih? Pertanyaan setiap kandidat dan bahkan ini pertanyaan semua partai politik yang akan mengusung, mendukung, para konsultan, tim pemenangan, tim sukses dan relawan. Apakah kandidat memiliki sejumlah uang dan dana kampanye.

Sudah pasti untuk mendatangi dan berada di tengah-tengah calon pemilih, kandidat harus memiliki sejumlah dana kampanye dan biaya kampanye, tetapi bukan untuk dana politik (money politic) apalagi dana untuk membeli suara pemilih (money buy voters).

Apakah tanpa dana kampanye kandidat tidak bisa memenangi pemilu? Untuk berada di tengah-tengah calon pemilih saja sebagai kandidat anda tidak bisa, lantas bagaimana anda bisa meyakinkan pemilih.

Bukankah kepemimpinan atau menang dan kalah dari suatu proses pemilu itu sudah menjadi amanah yang ditakdirkan oleh Allah SWT dan kepercayaan masyarakat?

Semua takdir kepemimpinan itu tentu saja merupakan sesuatu yang mesti dijemput atau ada ikhtiar untuk meraihnya. Karenanya ada istilah menjemput takdir kepemimpinan.

Bila anda memiliki jaringan dan investasi sosial dan politik yang telah begitu lama, tetap saja anda memerlukan biaya dan dana.

Bukankah di masa kampanye anda mesti tetap berada di tengah-tengah pemilih, tidak mungkin hanya berdiam diri di rumah.

Bila dengan model kampanye Daring, tetap juga anda memerlukan dana dan biaya kampanye.

Apakah kandidat dalam suatu pemilu yang tak memiliki dana dan biaya bisa memenangi pemilu?

Bisa saja, bila anda memiliki sejumlah penyandang dana untuk membiayai kegiatan politik dan biaya kampanye anda.

Tetapi kebanyakan proses politik semacam ini selalu menimbulkan para pemburu rente atau rent seeking dalam proses ekonomi politik saat kandidat menjalankan pemerintahan.

Dan dapat dipastikan muncul sejumlah pemerintahan bayangan (shadow state) yang mengatur pemerintahan yang sesungguhnya dalam menjalankan pembangunan, menyelenggarakan pemerintahan dan melayani publik.

Apakah situasi politik dan sentimen politik yang sering bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), misalnya fenomena Habib Rizieq Shihab, memberi efek politik pada pemilihan umum?

Dalam proses politik demokratis di negara mana pun yang paling modern sekalipun situasi politik dan sentimen politik bernuansa SARA tetap memberi efek terhadap pemilihan umum.

Persoalannya, sejauh mana kandidat, partai pendukung, pengusung, konsultan, tim pemenangan, tim sukses dan relawan menggunakan situasi yang sedemikian itu secara positif untuk kepentingan memenangi pemilihan umum.

Oleh karenanya, jika anda sebagai kandidat dalam pemilihan umum maka mesti memiliki kesiapan dan persiapan, mengikuti Tips untuk menang pemilihan umum dengan menapaki jalan kemenangan (road to victory) pada jalan kebenaran.

Dengan semua langkah, tahapan dan Tips yang anda miliki, bersama partai pendukung dan pengusung, bersama konsultan, bersama tim pemenangan, tim sukses dan relawan dalam situasi menang atau pun kalah, Anda Menang Terhormat atau Anda Kalah Bermartabat.

Hal sedemikian inilah proses esensial demokratisasi yang dapat menghantarkan menjadi negara yang berkeadilan, berkemakmuran dan berkesejahteraan. Aamiin Yarabal’alamin! [WT, 17/11/2020]

Oleh: Wahyu Triono KS
Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Nasional dan Konsultan Para Kandidat Memenangi Pemilihan Umum