Presma UNA: Mahasiswa Bukan “Dagang Politik”

Presma UNA: Mahasiswa Bukan
Presiden Mahasiswa Universitas Asahan M Nur Hidayat Manurung

MUDANEWS.COM, Asahan – Sehubungan dengan beredarnya pemberitahuan dari Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Terpadu Universitas Asahan pada Senin (17/2/2019) yang berisikan bahwasanya lokasi pelepasan dilaksanakan di halaman kantor Bupati Asahan.

“Hal ini tentu saja sangatlah tidak wajar. Menjadi penyebab pertanyaan bagi semua pihak. Karena disetiap tahunnya pelepasan dilaksanakan di halaman Biro Rektor UNA,” kata Presiden Mahasiswa Universitas Asahan (Presma UNA) M Nur Hidayat Manurung di Asahan Jumat (7/2/2020).

Hidayat mengungkapkan, Universitas Asahan kita ketahui bersama memiliki lapangan sepak bola yang cukup luas dan mampu menampung ribuan orang. Hal tersebut telah dibuktikan dengan pelaksanaan event bertaraf daerah hingga regional Sumatera.

“Dalam momentum politik Kabupaten Asahan yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah 2020 dimana Bupati Asahan akan mencoba untuk mempertahankan kekuasaannya.
Dan juga menjadi miris ketika diketahui bahwa beberapa oknum yayasan pendidikan universitas Asahan juga terlihat dalam tim penangan salah satu Paslon,” kata Prema UNA.

Oleh sebab itu, kita tidak ingin oknum-oknum tersebut menjadikan Universitas sebagai dagangan politik kepada pihak-pihak yang akan berkontestasi nantinya termasuk kepada Bupati Asahan.

“Suatu pembodohan sebagai mahasiswa yang termasuk kaum-kaum intelektual yang akan menjalankan satu diantara tri dharma perguruan tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat dilepas di halaman kantor bupati yang kita ketahui sebagai petahana Paslon kepala daerah,” tegasnya.

Hidayat menyarankan, lebih baik jika Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan bantuan pembangunan gedung sebagai sarana-prasarana Universitas Asahan untuk melaksanakan acara acara ceremony hingga event.

Maka dari itu dengan tegas saya sampaikan sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Asahan yaitu “Lebih baik kita laksanakan digubuk tapi milik kita, daripada diistana menjadi oportunis.”

“Kepada petahana untuk tidak melibatkan oknum universitas Asahan didalam tim pemenangan yang dapat berpotensi menjadikan praktek politik pragmatis di tubuh universitas,” harapnya.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNA Anshoruddin Harahap saat dihubungi mengatakan kita melakukan pertemuan dengan Bupati, akan berangkatkan mahasiswa KKN, bupati tawarkan bagaimana kita lakukan pelepasan di Kantor Bupati.

“Kita Terima, artinya Bupati pimpinan di daerah ini, selama tidak menyalahi aturan, ya kenapa tidak, kita anggap untuk membesarkan Universitas Asahan,” jelasnya. Berita Asahan, red