Gubernur Sumut Menghina Ansor, Kader Pejuang Islam Nusantara Menyesalkan

Gubernur Sumut Menghina Ansor, Kader Pejuang Islam Nusantara Menyesalkan
Ustaz Martono (dua kanan pakai baret) foto bersama Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa

MUDANEWS.COM, Medan – Kader Penggerak NU dan Pengurus Pejuang Islam Nusantara di Sumut, Ustaz Martono sangat menyesalkan ucapan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menghina dan merendahkan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dengan mengatakan Ansor seperti pelacur.

Perkataan itu diucapkan saat GP Ansor Sumut sahabat Parulian Siregar beraudensi ke Gubsu Edy Rahmayadi di Kantor Gubsu dalam rangka acara Muskerwil GP Ansor Sumut di Sibolangit.

“Tidak sepantasnya seorang gubernur merendahkan Ansor yang sudah lahir sebelum NKRI lahir bahkan turut memperjuangkan Kemerdekaan RI Tahun 1945, seharusnya seorang gubernur mengayomi dan membina semua organisasi kepemudaan di wilayahnya termasuk ansor, karena semua organisasi kepemudaan adalah asset negara dan daerah,” tegas ustaz Martono saat dihubungi MUDANEWS.COM, Rabu (1/1/2020).

Bila Gubsu Edy Rahmayadi dapat bekerja sama dan bersinergi dengan semua elemen masyarakat sumut, termasuk organisasi kepemudaan tentu akan mempercepat proses pembangunan di sumut yang bermartabat yang beliau kampanyekan pada pilkada 2018 lalu.

“Tetapi justru Edy Rahmayadi selalu dan kerab melontarkan ucapan-ucapan yang kontroversial dan justru membuat sumut tidak bermartabat,” tegas Ustaz.

Ucapan Edy dalam Chanel youtube Ridwan Asnawi yang berdurasi 22 menit 5 detik tersebut telah viral di medsos, sambungnya, Edy Rahmayadi terlalu mendikte ansor dengan isu-isu agama seperti islam mayoritas di sumut tetap yang menguasai sumut adalah minoritas.

Bukan itu saja, ungkapnya, Edy Rahmayadi juga mempersoalkan keberadaan Islam Nusantara, tanpa tabayyun kepada Kepengurusan Pejuang Islam Nusantara di Sumut beliau mengatakan apa itu Islam Nusantara yang ada Islam Yang Rahmatan Lil Alamin, tanpa memahami arti, makna dan esensi dari islam nusantara itu sendiri.

Ustaz Martono menegaskan, selaku Kader Penggerak Ansor dan Pejuang Islam Nusantara sangat mendukung pelaporan GP Ansor Sumut dan telah mendapat restu GP Ansor pusat dibawah pimpinan sahabat Yaqut Cholil Choumas untuk melaporkan Edy Rahmayadi ke Mabes Polri atas dugaan menghina dan merendahkan ansor sebagai pelacur.

“Mohon kepada pihak kepolisian agar segera dan serius serta profesional dalam memproses pelaporan tersebut hingga ke meja hijau, dan saya berharap kasus ini berakhir di pengadilan bukan terhenti di perdamaian antara Edy Rahmayadi dengan ansor,” tandas Anggota Banser Kabupaten Deli Serdang itu. Berita Medan, red