Ketua Forum Aktivis 98 : Maling Teriak Maling

Ketua Forum Aktivis 98 : Maling Teriak Maling
Muhammad Ikhyar Velayati Harahap

MUDANEWS.COM, Medan – Ketua Forum Aktivis 98 Sumut Muhammad Ikhyar Velayati Harahap, SH menuding para pembuat isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi adalah maling teriak maling.

“Isu yang mengatakan KSP dan kepolisian sebagai buzzerr Jokowi merupakan fitnah yang sangat kejam yang bertujuan untuk melemahkan dan mendelegitimasi institusi negara di depan rakyat. Isu hoax ini justru dilakukan oleh para buzzer yang tak henti melakukan serangan bertahun tahun kepada pemerintah RI sejak 2014 hingga 2019, ini seperti maling teriak maling,” ujar Ikhyar di Medan, Sabtu (5/10/2019).

Ikhyar melanjutkan, selama ini Jokowi merupakan kepala negara yang paling banyak difinah dan diterpa isu hoak yang di lakukan para buzzer secara TSM.

“Jika mau jujur, sejak Pilpres 2014 hingga pilpres 2019, Jokowi adalah satu satunya Presiden di dunia ini yang paling banyak diterpa isu hoax yang dilakukan para buzzer secara terencana, terstruktur, sismatis dan massif dari tahun ke tahun tanpa henti. Jika pilpres 2014 isu yang di tuduhkan ke Jokowi adalah anti Islam, pro komunis, dan pro Cina,” cetusnya.

Ikhyar menambahkan, pada pilpres 2019 Jokowi juga di fitnah para buzzer dengan 4 isu yang sangat tidak masuk akal.

“Isu hoax pertama adalah isu terkait pelajaran agama akan di hapus, kedua isu hoax terkait larangan azan, kemudian daftar isu hoax ketiga dan keempat terkait isu akan dilegalkannya zina dan pernikahan sejenis, yang menurut Jokowi saat itu tak mungkin terjadi selama dia dan Kiai Ma’ruf memimpin Indonesia,“ ungkapnya.

“Yang anehnya, saat ini para lawan politik Jokowi yang menghembuskan isu tersebut, justru menolak pasal pasal RUU KUHP yang mempidana orang yang melakukan zina, kumpul kebo dan pencabulan seperti yang tertuang dalam RUU pasal 417 ayat 1 dan pasal 421,” sindir Ikhyar.

Ikhyar curiga isu KSP dan kepolisian sebagai buzzer Jokowi yang digelindingkan saat ini merupakan bagian dari kerja kerja buzzer yang tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok Saracen.

“Saya curiga isu buzzer yang digelindingkan saat ini merupakan bagian dari kerja kerja buzzer yang tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan kelompok Saracen yang pernah ditangkap aparat kepolisian pada tahun 2017. Karena jika di lihat dari modusnya hampir sama yaitu menyebarkan ujaran kebencian kepada pemerintah yang sah serta tidak segan segan membuat fitnah dan konten yang berbau SARA seperti kasus Papua,“ ungkap Ikhyar yang juga dikenal ketua Relawan Jokowi Jaringan Amar Ma’ruf Sumut. Berita Medan, red