Dinas Pendidikan Batu Bara, Tolak Bantuan Seragam dari Inalum, Ini Investigasi AMPERA

Dinas Pendidikan Batu Bara, Tolak Bantuan Seragam dari Inalum, Ini Investigasi AMPERA
Syahnan Afriansyah dan Ahmad Fatih Sultan

MUDANEWS.COM, Batu Bara – Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara menolak bantuan berupa seragam dari CSR Inalum. Hal tersebut diketahui dari Investigasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Batu Bara (AMPERA) di lapangan dan disampaikan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi III pada Selasa (6/10/2020) lalu.

Syahnan Afriansyah dan Ahmad Fatih Sultan, dua pendekar Ampera ini mengatakan, Dinas Pendidikan menolak bantuan itu dikarenakan Pemkab Batu Bara mengajukan 10.000 seragam sekolah, tetapi yang kita tahu, Inalum hanya mampu memberikan 1000 seragam.

“Inilah yang menjadi landasan kenapa bantuan seragam ini ditolak, namun beliau beralasan sudah menjadi janji kampanye bupati, ini keliru. Jangan karena penolakan tersebut sehingga kita tidak mempertimbangkan hal-hal strategis lainnya, bantuan tersebut kalau dikelola dengan baik tentu penyerapan APBD dapat di alokasi ke hal yang lain yang menjadi program prioritas pembangunan disektor pendidikan,” pungkasnya.

Artinya, dalam hal ini Pemkab melalui Dinas Pendidikan Batu Bara telah menyia-nyiakan bantuan dan terkesan boros dalam memakai APBD. Penolakan bantuan tersebut juga menggambarkan bahwa dinas pendidikan terkesan sudah kaya sehingga menolak hal tersebut.

Terpisah, pihak Inalum Bidang CSR saat dimintai keterangannya melalui pesan whatsapp, Sabtu, (10/10/2020), membenanarkan, bahwa Pemkab Batu Bara melalui Dinas Pendidikan menolak bantuan dikarenakan Inalum hanya mampu memberikan bantuan 1000 seragam.

“Pemkab mengajukan 10.000 seragam, tapi karena anggaran terbatas, Inalum hanya bisa bantu 1000 seragam, itulah alasan pemkab menolak dan membatalkan bantuan CSR tersebut, pun pembatalan 1000 itu sudah dari dua bela pihak,” jelasnya.

Sebelumnya, informasi yang dilansir dari zulnas.com, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Batu Bara, Ilyas Sitorus mengatakan alasan menolak bantuan seragam sekolah dari CSR tersebut dikarenakan janji kampanye Bupati yang akan memberikan bantuan seragam sekolah kepada anak kelas satu, itukan sudah kita tampung dalam APBD kita, lalu bantuan sepeda motor kepada koordinator pengawas di 12 Kecamatan.

“Inikan janji kampanyenya, jadi tak elok menggunakan dana CSR, tahun lalu kan Inalum, tapi tahun ini kami tidak lagi menerima bantuan dari inalum, tapi APBD Batu Bara,makanya sekarang Inalum pun pusing, karena sudah tidak kami Terima lagi bantuan dalam bentuk pakaian yang diberikan mereka,” katanya. Berita Batu Bara, red