Indonesia – Swiss Sepakati Kerjasama Pendidikan Vokasional

Foto: Presiden Jokowi menerima Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7).
Foto: Presiden Jokowi menerima Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider Ammann di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7).

Kedua pihak mengharapkan kunjungan tersebut dapat mempererat kerjasama antara Indonesia dan Swiss dalam bidang ekonomi, pembangunan, transportasi, dan yang paling utama dalam hal pendidikan.

Dalam bidang ekonomi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang memberikan keterangan usai pertemuan itu mengatakan, Swiss merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam hubungan kerjasama kedua negara. Nilai perdagangan bilateral Swiss dalam tiga tahun belakangan mengalami peningkatan sebesar 283 persen.

“Yang paling nyata adalah perdagangan bilateral antara Indonesia dan Swiss dalam tiga tahun ini mengalami kenaikan hampir 283 persen,” ujarnya.

Presiden sendiri menyambut baik kehadiran Swiss Business Hub di Jakarta yang telah diresmikan oleh Johann N Schneider Ammann. Kepala Negara berharap ke depannya Swiss dapat menjadikan Indonesia sebagai negara basis produksi di Asia Tenggara.

Dalam bidang pendidikan, Pramono mengungkap Swiss turut menawarkan kerjasama di bidang pendidikan vokasional. Presiden Joko Widodo sendiri tentu menyambut baik tawaran tersebut karena dinilai sejalan dengan program pembangunan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang turut memberikan keterangannya menambahkan, Swiss merupakan salah satu negara yang paling maju dalam bidang pendidikan di antara sekian banyak negara lainnya.

“Saya juga sudah berbicara untuk menindaklanjuti segera sebelum kunjungan Presiden nanti ke Swiss, mungkin akhir tahun, kita sudah siap dengan kerja sama yang lebih rinci di bidang vokasional,” ujar Darmin.

Bentuk kerjasama tersebut, ungkap Darmin, ialah serupa dengan apa yang sudah terjalin selama ini di Kota Solo dan Bandung. Di sana, sudah terdapat akademi dan politeknik yang merupakan hasil kerjasama kedua negara dengan kualitas pendidikan yang sangat baik.

“Kita mau mereplikasi itu untuk hampir setiap kota supaya ada pendidikan dan vokasional di seluruh Indonesia. Mungkin tidak banyak, tetapi di setiap kota besar akan kita buat,” ucapnya.

Darmin memastikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dan kesepakatan kerja sama yang sangat produktif tersebut. Ia juga akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Tenaga Kerja untuk bersama-sama mempersiapkan segala hal teknis lainnya. (ka)