Prabowo “Tergelincir”, Polri Langsung Bergerak Cepat Tetapkan Roy Suryo dan Kawan-Kawan sebagai Tersangka

Breaking News
- Advertisement -

 

 

_Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik)_

Mudanews.com OPINI – Sudah lama Polri (Polda Metro Jaya) menantikan kelengahan Prabowo. Begitu Prabowo tergelincir dengan kasus kereta cepat Whoosh, dengan tanpa menunggu lama Polri langsung memanfaatkan momen ini untuk “membangkang” pada Prabowo. Ingat Polri saat ini bukan lagi aparat negara sebagai penegak hukum, tetapi alat kekuasaan Jokowi untuk menggebuk siapa saja yang bertentangan atau bahkan sekedar mengusik nama Jokowi.

Selama ini Polri sebenarnyai sudah bersiap untuk mentersangkakan Roy Suryo dkk, bukan karena Polri telah yakin akan kebenaran ijazah Jokowi itu asli, karena bukti ijazah Jokowi yang dipegang Polri hanya fotokopian, tapi karena bagi Polri Jokowi sebagai majikannya tidak boleh disentuh. Sekuat dan sebenar apa pun argumen dan bukti-bukti yang ditunjukkan Roy Suryo dkk, tidak ada gunanya karena yang dilihat oleh Polri adalah Jokowi tidak boleh diganggu dan disentuh.

Sampai saat ini, siapa pun termasuk Polri sendiri sama sekali tidak punya bukti ijazah asli Jokowi, karena ijazah Jokowi, sebagaimana kata Mantan Rektor UGM Sofyan Efendi, memang tidak ada. Yang ada adalah ijazah Hary Mulyono lulusan UGM atau ijazah palsu Jokowi yang dibuat Pratikno di Pasar Pramuka. Ijazah yang ditunjukkan kepada Projo berkisar dari dua itu. Ijazah yang keluaran UGM foto yang tertempel bukan foto Jokowi, tapi foto Hary Mulyono, adik iparnya.

Saat ini perkembangan politik di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Sepertinya kepemimpinan Prabowo – Gibran harus segera diakhiri. Dominasi kejahatan Jokowi telah merajalela, dan Prabowo bukan orang yang tepat untuk membuat perubahan, karena Prabowo sendiri adalah bagian dari (kejahatan) Jokowi.

Rakyat harus bersiap untuk mengusur pemimpin yang tidak kompeten, tidak perlu menunggu Pilpres 2029. Selama KPU dan MK belum dirombak total, kecurangan Pilpres 2024 hampir dipastikan bakal terulang lagi, karena pimpinan lembaga di Indonesia semuanya mata duitan, serakah, cacat moral, takut ancaman, dan mudah digoyang.

Mulai saat ini sudah saatnya semua elemen masyarakat bersatu untuk menghentikan kejahatan Jokowi dan Genk Solo agar Indonesia tidak makin terpuruk. Jika saja seluruh kekuatan rakyat bersatu, baik dari alumni 212, buruh, mahasiswa, pelajar, ojol, para purnawirawan TNI-Polri, para tokoh bangsa, emak-emak, dll bersatu yang diperkaran jumlahnya bisa jutaan, masa tidak mampu menumbangkan kekuasaan jahat Jokowi dan Genk SOP (Solo, Oligarki dan Parcok)?

Berita Terkini