Teroris ISIS-FPI Munarman Bungkam Soal Pendana Terorisme

Teroris ISIS-FPI Munarman Bungkam Soal Pendana Terorisme
dok istimewa

MUDANEWS.COM – Pentolan teroris ISIS-FPI Munarman masih bungkam. Tentang asal sumber pendanaan aksi terorisme FPI. Polisi terus menelisik rekening aliran dana ISIS-FPI. Hal ini penting dan ditunggu oleh publik.

Polisi dan PPATK telah memblokir rekening teroris FPI. Bukan hanya data terkait pendana besar, serta dukungan Cendana, Chaplin, Cikeas. Polisi cerdas melihat gambaran besar.

Fakta masa rezim SBY bersama membesarkan, menernakkan HTI dan FPI. Aksi pamer kekuatan HTI di Gelora Bung Karno terjadi pada masa SBY. Menteri SBY Adyaksa Dault anggota HTI.

Pun Cikeas jadi pusat mobilisasi massa untuk penjemputan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta. Juga mobilisasi demo 212.

Ring berikutnya ditelusuri Polisi terkait dengan proxy lingkaran Jusuf Kalla. JK adalah pembela mati-matian Rizieq. JK adalah arsitek naiknya Anies Baswedan. Dia pendukung kampanye ayat dan mayat. Sedangkan teroris FPI, HTI, dan gerombolan 212 menjadi tulang punggung pendukung Anies Baswedan.

Pilkada DKI Jakarta 2017 jadi praktik politik identitas paling brutal dalam sejarah RI. Isu SARA sengaja digeber. Agama dan masjid dijadikan ajang kampanye untuk menghantam Ahok-Djarot.

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla melakukan pembiaran terhadap kekerasan antar kelompok. Tabiat yang tidak pernah berubah, sejak dia masih menjadi Ketua HMI di Makassar dulu.

Sampai 4 Desember 2020, JK masih berteriak membela Rizieq. FPI masih kuat. Tidak terbayangkan oleh JK, teroris FPI akan dihabisi oleh Jokowi. JK berkoar membuat narasi: bahwa Rizieq taat hukum. Mulut comberan Rizieq dan propaganda FPI dengan isu PKI, untuk menjatuhkan Jokowi diabaikan oleh JK.

Masih ada ambisi JK. Karena FPI dan Rizieq adalah kendaraan Anies Baswedan untuk 2024. Itulah alasan sekoper uang jutaan dollar terbang menjemput Rizieq.

Rizieq sampai di Indonesia, seluruh skenario jahat dipraktikkan. Provokasi pertama adalah mendorong TNI/Polri untuk melakukan kekerasan terhadap pelanggaran PSBB di Bandara Soekarno-Hatta.

Provokasi Rizieq gagal dimakan. Justru inilah awal Jebakan Batman yang dimainkan oleh the Operators berjalan mulus. Pemetaan dilakukan. Para musuh NKRI muncul, sambil menunggu momen untuk menghancurkan FPI secara permanen.

Anies Baswedan menyambut. Ridwan Kamil pun kegatelan ingin ikut menghadap teroris Rizieq. Satgas Covid-19 membagikan masker untuk melanggar PSBB di Petamburan dan Megamendung. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa terjadi kekosongan kepemimpinan. Padahal Jokowi Presiden RI.

Pendukung dan anggota teroris FPI tergugah. KAMI bergerak mendukung. Demo rancangan untuk menjatuhkan Jokowi dirancang. Rizieq seolah mendapatkan momentum. Rizieq meminta pembebasan teroris Abu Bakar Ba’asyir, Jumhur Hidayat, Anton Permana, dan para tersangka makar.

Tak pelak. Rizieq menjadwalkan kampanye penjatuhan Jokowi lewat safari dakwah Revolusi Akhlak ke 34 Provinsi. Pembangkangan sipil di depan mata.

Pemerintah tertekan. Ngeper. Bingung. Ketakutan melihat kekuatan massa FPI. Apalagi KAMI sudah ikut-ikutan. Media massa pun tidak memihak ke pemerintah.

Hanya beberapa gelintir aktivis dan relawan Jokowi masih setia dengan Jokowi – meski tidak menjadi komisaris BUMN. Yang sudah jadi komisaris dan direktur BUMN menyikapi dengan wait and see, siapa yang terjungkal: Jokowi atau Rizieq. Mereka berubah jadi oportunis menganggap diri jadi pejabat.

Genting. Untung ada tiga trio yang menghajar Rizieq dan FPI: Nikita Mirzani, Dudung Abdurachman, dan Fadil Imran. Keadaan berubah menuju penghancuran FPI.

Ada bau tak sedap. Deal tingkat tinggi untuk melawan Jokowi di tingkat Menteri. Soal lahan yang dicuri oleh FPI di Megamendung. Menteri membuat dalih, untuk kepentingan agama. Ada deal atas nama agama. Hingga lahan PTPN VIII itu tetap akan diberikan ke teroris FPI.

Jokowi tengah diserang. Publik harus melawan. Bahwa iya Jokowi baik, benar, top. Namun mental korup selevel menteri dan dirjen masih sangat kuat. Bukti korupsi Bansos dan serangan terhadap Nadiem Makarim. Apalagi BUMN adalah sarang radikalisme dan teroris, seperti di Makassar dan Krakatau Steel.

Maka, menjadi penting Polisi memaksa Munarman untuk buka mulut terkait pendanaan teroris FPI selama ini. Banyak pihak kini deg-degan menahan napas karena membiayai terorisme FPI. Yang menyumbang ke organisasi teroris FPI adalah teroris juga!

Penulis: Ninoy Karundeng