Sama-Sama Kritik, Beda Nasib Zaskia Mecca dengan Meliana

Zaskia Mecca dengan Meliana
Zaskia Mecca dengan Meliana (Screenshot Chanel YouTobe 2045 TV)

MUDANEWS.COM, Medan – Artis Zaskia Adya Mecca mengkritik cara orang membangunkan sahur menggunakan Toa masjid yang dia nilai kurang baik. Seharusnya menurut dia, membangunkan sahur lewat Toa masjid bisa disampaikan dengan penyampaian yang lebih baik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menanggapi polemik ini.

Dalam video yang diunggah di Instagram seperti dilihat Jumat (23/4/2021), Zaskia Adya Mecca bertanya-tanya model membangunkan sahur dengan berteriak ‘sahurrrya’ memakai Toa masjid. Dia bingung kalau cara itu disebut tengah jadi hits alias tren.

“Cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa masjid bangunin model gini?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam. Apa iya dengan begini jadi tidak mengganggu yang lain tidak menjalankan Shaur?!” tulis Zaskia Adya Mecca.

Adapun cara membangunkan sahur dalam video Zaskia Adya Mecca yakni orang tersebut mulanya menyapa warga sekitar. Selanjutnya dia mengajak warga sahur. Ada kalimat ‘sahurrrya’ yang diucapkan.

“Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik warga RT 04 RW 09 dan sekitarnya, yang menjalankan ibadah puasa. Waktunya sahurrrrya, sahurrrya, sahurrrrrya! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Bangun, bangun, bangun!” demikian bunyi dalam video Zaskia Adya Mecca.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Ziyad pun buka suara soal polemik ini. Ziyad mengungkit kembali pesan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla.

“Apa yang ada dalam video itu saya kira ini juga menjadi, yang dulu pernah disampaikan Pak Jusuf Kalla dan yang lain-lainnya, misalkan, perlu juga di kompleks-kompleks, di tempat-tempat yang mungkin tingkat keragaman masyarakatnya itu plural, maka itu perlu jika diawali dengan komunikasi dengan silaturahmi sebelumnya supaya menghindari adanya protes yang semacam itu seperti yang disampaikan oleh Mbak Zaskia itu,” katanya.

Meski demikian, Ziyad berharap ada masyarakat paham bahwa sahur ini sebulan sekali dalam satu tahun. Harus ada kerelaan bersama dan saling menghargai. Jika pun menggunakan Toa masjid, dia berharap volume Toa dikecilkan karena bisa jadi ada masyarakat di sekitar yang beragama selain Islam ataupun ada yang sakit.

“Pendek kata, konteksnya adalah perlu komunikasi awal, perlu kebersamaan, perlu semangat untuk saling menerima dan menghargai. Mungkin ya beberapa saatlah mungkin bising dan seterusnya tapi kita harus pahamkan bersama,” ucap Ziyad.

Pertanyaan saya cuma satu, beda kah kritik Zaskia dengan permohonan Meliana yang meminta dikecilkan volume TOA masjid saat adzan? Meliana mengatakan demikian, “Kak, tolong bilang sama uak itu, kecilkan suara masjid itu kak, sakit kupingku, ribut,” kata Meliana ke Kasini alias Kak Uo.

Apa yang diterima Meliana? Ia dituduh menyebar kebencian dan penodaan agama. Rumahnya dirusak warga yang berbuntut kepada pembakaran vihara. Cukup sampai di situ? MUI Kota Tanjungbalai merekomendasikan kepada pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti proses penegakan hukum atas Meiliana.

Kasus pun bergulir ke pengadilan dan Meliana menjadi pesakitan. Anehnya, vonis pelaku pembakaran vihara (yang sudah diputuskan lebih dahulu) jauh lebih ringan, yakni rata-rata 1,8 bulan ketimbang vonis Meliana. Meliana divonis 18 bulan penjara. Mengapa yang dikatakan Wasekjen Ziyad tidak disampaikan pada kasus Meliana?

Adakah hukum untuk membeda-bedakan mana yang mengenakan jilbab dan mana yang tidak? Buat Zaskia Mecca, apa yang anda rasakan lalu anda kritik sekarang, adalah sama dengan yang dikritik Meliana. Hanya saja nasibnya tidak seberuntung anda. Mungkin kasus itu menarik buat anda tuliskan dan difilmkan oleh sang suami Hanung Bramantyo.

Oleh : Agung Wibawanto