Munarman dan Pembiayaan Terorisme dari Karyawan BUMN ke FPI dan HTI

Munarman dan Pembiayaan Terorisme dari Karyawan BUMN ke FPI dan HTI
Dok Istimewa

Penulis: Ninoy Karundeng

MUDANEWS.COM – Munarman makin terjepit. Aliran dana FPI dari dalam dan luar negeri membuat ngeri. Paparan PPATK terkait dana terorisme yang dikumpulkan oleh FPI makin melebar. Tugas Densus 88 dan Polri untuk menelisik ke sektor sumbangan dari karyawan BUMN dan PTN di Indonesia.

Publik ingat pegawai Krakatau Steel di Cilegon ditangkap Densus 88. Tiga ditangkap di Banten dan satu ditangkap di Jawa Tengah. Mereka anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Banten dan Jawa Tengah. JAD adalah jaringan ISIS, sama dengan yang menjadi naungan Munarman dan 100 orang yang dibaiat oleh Munarman.

Dari 100-an anggota ISIS dari organisasi teroris FPI tersebut, Polri tengah menelusuri aliran dana dari FPI dan HTI. Keterlibatan Munarman dalam kejahatan terkait kekerasan sudah dimulai ketika dia menjadi mastermind, otak pelaku pembunuhan di Cikeusik.

Petualangan akar terorisme Munarman dimulai ketika dia jadi Panglima Komando Laskar Islam. Kerusuhan Cikeusik dan Temanggung dipicu oleh provokasi ormas radikal intoleran Forum Umat Islam pimpinan Munarman. Dia sangat kuat, SBY pun dibuat tidak berkutik pada 2011.

Munarman menantang, dia ancam akan menggulingkan SBY jika berani dia membubarkan FPI. SBY bersimpuh di ketiak Munarman, dan SBY membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu. Hadiah diberikan berupa Markaz Syariah pencurian tanah di PTPN VIII Megamendung.

Munarman memang kuat karena didukung dana besar. Buktinya transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding. Dan, dana itu sedang ditelusuri termasuk ke 100-an teroris ISIS anggota FPI yang dibaiat di Makassar.

Mau bukti besaran dana teroris FPI? Dana sumbangan dari para karyawan BUMN, ASN dan luar negeri sungguh mencengangkan. Kekuatan dana ini yang membuat FPI mendapat dukungan para preman untuk bergabung.

Pun para teroris anggota JAD dan ISIS perlu ormas pelindung sebagai kamuflase kegiatan terorisme mereka. FPI tempat paling nyaman bagi mereka. Karena menggunakan isu agama sebagai alat untuk menutupi aksi intoleransi, radikalisme, dan terorisme mereka. Dan, di situ ada pentolannya: Munarman!

Bukti kekuatan dana teroris tersebut, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) FPI mencanangkan membangun masjid besar berbiaya ratusan miliar di Megamendung, sepulang dari pelarian di Mekah. Lahan yang diserobot milik BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun, radikalisme, terorisme, karena kongkalikong dengan FPI. Maka, sampai kini Erick Thohir dan PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot FPI.

Bahwa BUMN terindikasi radikal itu nyata. Pengajian dan khotbah Jum’at yang diisi oleh kaum radikal telah membuahkan hasil. Proses cuci otak telah dilewati selama puluhan tahun. Radikal. Khilafah. Jadi teroris.

Kekuatan kaum radikal di BUMN tak terbayangkan. Pilpres 2019 menggambarkan betapa BUMN dan ASN tidak mendukung pemerintah. BUMN dan ASN telah dijadikan surga untuk pengembangan ideologi yang melawan Pancasila.

Tak kurang dari 70% mereka terindikasi terpapar radikalisme. Hal ini bisa dengan mudah dilihat ketika BUMN mengundang Bakhtiar Nasir, Felix Siauw, Tengku Zul, Somad, dan para pembicara lain yang narasi ajarannya provokatif.

Kini ketika PPATK menelusuri rekening teroris FPI, semuanya semakin tampak. Banyak pihak lari tunggang-langgang meninggalkan FPI. Mereka menyelamatkan diri. Maka sejak MRS dicokok, KAMI, Fadli Zon, Cikeas mengalihkan isu kudeta Demokrat, Din Syamsuddin, Hidayat Nuw Wahid tiarap.

Chaplin dan bahkan Anies Baswedan pendukung FPI pun tiarap. Mereka paham bukti keterlibatan Munarman dalam ISIS tidak terbantahkan. Termasuk pengakuan dari 100 anggota ISIS dan FPI di Makassar yang dibaiat di depan Munarman.

Bukti transfer dana FPI untuk gerakan terorisme semakin kuat. Sumber dana dari para ASN dan pegawai BUMN yang mengalir ke FPI sungguh sangat menyesakkan Indonesia. Namun, seluruh bukti foto, video MRS mengajak mendukung ISIS itu akan menyeret Munarman sebagai pentolan FPI dan ISIS di Indonesia. Munarman ditangkap hanya soal waktu.