Nasehat Ketua PWNU DKI Untuk FPI

Nasehat Ketua PWNU DKI Untuk FPI
Dr. KH. Samsul Ma’arif, MA. (Net:Foto)

MUDANEWS.COM, Medan – Akhir-akhir ini Front Pembela Islam (FPI) mendapat sorotan tajam dan menjadi objek pembicaraan masyarakat terutama dalam pergerakan dan perilaku baik ucapan maupun perbuatan yang cenderung tidak moderat dan berlebih-lebihan (ifrath) khususnya setelah kepulangan Habib Rizieq dari Tanah Suci Mekkah.

Menyikapi hal ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Dr. KH. Samsul Ma’arif, MA. pada Senin (23/11) memberikan saran dan nasihat kepada FPI agar; Pertama, FPI baik Pimpinan maupun anggota, hendaknya melakukan instrospeksi diri, yang selama ini sering mengatasnamakan agama dan amar ma’ruf nahi mungkar, yaitu FPI agar tidak menganggap dirinya paling benar dan pemilik kebenaran.

Kedua, FPI harus berani melakukan evaluasi dalam pola dan model gerakan dakwahnya serta manhaj berfikir (Fikrah). “Selama ini FPI terkesan dalam gerakan dakwahnya terlalu berlebih-lebihan bahkan cenderung tidak mengikuti metode dakwah yang benar, seperti misalnya, FPI kesannya telah mencegah kemungkaran tetapi dengan cara menimbulkan kemungkaran yang lain,”

Ketiga, FPI dalam berdakwah harus bisa memilih kata-kata dan narasi yang benar, kata yang lembut dan sejuk, kalimat yang mulia, mendidik dan mencerdaskan, tidak sebaliknya.

Keempat, FPI harus banyak memberi contoh keteladanan kepada umat, termasuk dalam ketaatan terhadap aturan-aturan Negara dan Pemerintah, karena ketaatan kepada aturan Negara dan Pemerintah adalah cerminan dari ketaatan kepada Agama.

“Nasihat ini, saya sampaikan karena kecintaan saya kepada FPI sebagai lembaga yang bergerak dalam dakwah dan bahkan hampir mayoritas anggota FPI mengaku sebagai warga Nahdliyin,” ungkapnya.

Menurut Ketua PWNU DKI yang keseharian dipanggil Yai Samsul, bahwa FPI dari sisi amaliyah keseharian adalah NU, seperti mau tahlilan, maulidan, baca qunut dan amaliyah lainnya. Tapi dalam bidang Fikrah dan Harakahnya, FPI belum mengikuti NU bahkan sering bertentangan dengan Fikrah dan harakah NU, maka tugas kami adalah meng NU kan FPI secara kaffah. Begitulah kira-kira petuah Ketua NU kepada FPI.

Sumber : dakwahNU.id