Anggota Komisi I DPR, Minta PBB Selidiki Asal Usul COVID-19

Anggota Komisi I DPR, Minta PBB Selidiki Asal Usul COVID-19
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki asal usul virus corona atau COVID-19. (Net/Foto)

MUDANEWS.COM, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki asal usul virus corona atau COVID-19.

“Penyelidikan tentang asal usul virus Corona perlu dilakukan oleh organisasi internasional seperti PBB. Terutama guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya virus yang kini menyebabkan lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia positif COVID-19 dan hampir satu juta orang meninggal dunia,” ujar Syaifullah, dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, penyelidikan tersebut memang perlu dilakukan, karena penyelidikan itu bisa membuktikan apakah virus COVID-19 berasal dari fenomena alam atau malah sengaja dibuat oleh manusia.

“Mengetahui penyebab ini penting agar bisa menyikapinya dengan baik. Jika ini memang terbuat alami, maka ini merupakan peringatan Tuhan atas perilaku manusia terhadap alam selama ini. Namun jika merupakan hasil rekayasa manusia, maka harus ada yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Politikus PPP tersebut mengatakan Mahkamah Internasional harus bereaksi jika virus corona ini merupakan rekayasa atau kesengajaan manusia atau organisasi tertentu.

Apalagi jika virus sengaja dibuat sebagai senjata biologis, karena ini merupakan kejahatan perang jenis baru.

Dia menegaskan negara yang terlibat dalam pembuatan virus ini telah melanggar konvensi dengan membunuh anak-anak dan perempuan yang bahkan mesti dilindungi dalam perang.

“Penyelidikan juga perlu untuk bisa menjadi kajian bagi seluruh ahli pandemic, dokter dan ahli obat agar menemukan vaksin dan obat secepat mungkin. Sehingga peradaban dunia yang dalam lebih 10 bulan terakhir berubah menakutkan karena virus mematikan ini bisa kembali normal dan damai dengan tidak lagi dihantui rasa ketakutan,” tandasnya.

Sumber : Tribunnews.com