Andre Rosiade Minta Ahok Dicopot karena Buka Borok Pertamina

PKS: Waktu itu Ahok Bilang Merem Aja Pertamina Untung, Kok Sekarang Rugi?
Net/Foto

MUDANEWS.COM, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir untuk mencopot Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari kursi Komisaris Utama Pertamina. Menurut Andre, Ahok hanya membuat gaduh setelah beberapa waktu lalu membuka beberapa praktik kotor di pertamina.

“Pak Presiden @jokowi yang saya hormati, setelah melihat kinerja dan perilaku saudara @basuki_btp sebagai Komut @pertamina, saya usulkan ke pak @jokowi dan pak Menteri @erickthohir untuk mencopot saudara BTP dari jabatannya karena menimbulkan kegaduhan dan kinerja yang bersangkutan juga biasa-biasa saja,” cuit Andre melalui akun twitternya @andre_rosiade, Rabu (16/9).

Menurut Andre, permasalahan internal Pertamina bukan untuk diumbar-umbar ke publik tetapi untuk diselesaikan.

“Seharusnya komut itu kalau ada masalah, perbaikan, dia selesaikan di internal atau laporkan ke Menteri BUMN, tidak mengumbar ke luar, sehingga menimbulkan kegaduhan dan memberikan citra negatif kepada Pertamina yang berjuang di semester kedua tahun 2020 ini untuk mengembalikan, mendapatkan keuntungan setelah di semester pertama rugi,” papar Andre.

Sebelumnya, Ahok menyampaikan perihal perilaku direksi yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor.

“Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua main lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian,” kata Ahok dalam akun YouTube POIN.

Selain itu, Ahok mengungkap masalah lain yakni manipulasi gaji. Ahok menyebut kerap menemui masalah terkait gaji, khususnya di jabatan direktur utama anak perusahaan.

“Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan Anda,” ujar Ahok. (MI)