Arab Saudi Tetap Gelar Haji di Tengah Tingginya Kasus Corona

Arab Saudi Tetap Gelar Haji di Tengah Tingginya Kasus Corona
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Jakarta – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengizinkan pelaksanaan ibadah haji 2020 (1441 hijriyah), meski pandemi COVID-19 atau jumlah kasus infeksi virus Corona terus meningkat. Berikut ini gambaran kasus Corona di Arab Saudi.

Sebagaimana yang dilihat detikcom di laman worldometers, per Selasa (23/6/2020) kasus Corona di Arab Saudi pada 22 Juni mencapai 161.005 kasus. Sementara itu, pasien yang meninggal akibat Corona mencapai 1.307 orang. Sedangkan yang sembuh menjadi 105.175 orang.

Kendati demikian, kasus Corona di Arab Saudi terus mengalami kenaikan. Berikut ini pergerakan kasus Corona di Saudi dalam 4 hari terakhir ini:

19 Juni: 150.292
20 Juni: 154.233
21 Juni: 157.612
22 Juni: 161.005

Sebelumnya, melalui akun Twitter resmi Kementerian Haji Saudi @HajMinistry, ibadah dalam rukun Islam kelima ini akan digelar dengan jumlah jamaah sangat terbatas.

“Sudah diputuskan haji tahun ini (1441 H/2020 M) dilakukan dengan jumlah jamaah sangat terbatas dari berbagai negara yang sudah berdomisili (reside) di Arab Saudi. Keputusan ini diambil untuk menjamin haji dilaksanakan dengan aman dari aspek kesehatan masyarakat sambil tetap melakukan berbagai tindak pencegahan. Termasuk jaga jarak untuk melindungi tiap orang dari risiko yang berkaitan dengan pandemi dan sesuai ajaran Islam yang mengutamakan keselamatan,” begitu bunyi pernyataan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang juga diupload di Twitter @HaramainInfo.

Dilansir dari AFP, Selasa (23/6/2020) Arab Saudi akan membatasi jumlah jamaah haji 2020. Protokol kesehatan juga akan diterapkan selama ibadah haji 2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona.

“Diputuskan untuk mengadakan ziarah tahun ini dengan jumlah yang sangat terbatas … dengan kebangsaan yang berbeda di kerajaan itu,” tulis kantor resmi Saudi Press Agency.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan tiap muslim yang menunaikan ibadah haji 2020 dan umrah. Prioritas inilah yang menyebabkan Saudi berhati-hati dalam mengambil keputusan saat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Prioritas ini jugalah yang menyebabkan pelaksanaan umroh ditunda hingga situasi menjadi lebih baik.

Keputusan penundaan umroh sebelumnya menimbulkan banyak tanggapan dan sangat dihargai organisasi kesehatan dunia. Penundaan umroh berperan penting dalam mengendalikan penyebaran virus corona menjadi lebih luas di seluruh dunia. Berbagai usaha pencegahan selanjutnya bisa dilakukan demi menekan jumlah kasus infeksi COVID-19.

Pemerintah Saudi melalui Custodian of the Two Holy Mosques selalu merasa terhormat bisa melayani jutaan umat muslim tiap tahun yang melaksanakan ibadah haji dan umroh. Namun kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama sehingga tiap jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan baik. Kondisi jamaah juga harus dipastikan selalu sehat sebelum, selama, dan setelah menunaikan rangkaian ibadah di Mekah dan Madinah ini.

Sumber: detik.com