Cairan Dettol Bisa Bunuh Virus Corona Ternyata Hoax, Begini Fakta Sebenarnya

Cairan Dettol Bisa Bunuh Virus Corona Ternyata Hoax, Begini Fakta Sebenarnya
Cairan Dettol Bisa Bunuh Virus Corona Ternyata Hoax, Begini Fakta Sebenarnya

MUDANEWS.COM, Surabaya – Cairan antiseptik Dettol viral setelah digadang-gadang bisa membunuh Virus Corona.

Kabar ini viral setelah sebuah foto memperlihatkan bagian belakang kemasan botol antiseptik Dettol bertuliskan mampu membunuh sejumlah virus dan bakteri.

“Antiseptik) ini dapat membunuh E.Coli, Sammonella, MRSA, Rotavirus, *Flu virus (H1N1), Cold viruses (Human corona cirus dan RSV),” begitu tulisan yang tertera pada botol Dettol.

Dipantau dari akun Facebook yang menyebarkan foto tersebut, banyak warganet berusaha untuk membuktikan kebenaran tulisan dalam kemasan tersebut.

Lalu, bagaimana pendapat pakar kesehatan?

Melansir dari Daily Mail, pakar kesehatan memastikan itu hanya kabar bohong alias hoax.

Dettol mengatakn produknya memang bisa menangkal jenis virus.

Sedangkan yang dimaksud coronavirus merupakan virus flu yang biasa menyerang manusia pada umumnya.

Namun untuk Virus Corona yang saat ini sedang mewabah di Wuhan, Dettol belum memiliki penelitian lebih lanjut.

Hingga saat ini belum ada antivirus yang ditemukan khusus untuk Virus Corona.

Sementara itu yang berkaitan dengan Dettol yakni untuk cuci tangan dan menjaga kebersihan.

Paul Hunter, Profesor dari Perlindungan Kesehatan dan Kedokteran, menjelaskan bahwa bahan aktif Dettol adalah kloroksilenol.

Bahan tersebut merupakan desinfektan yang tersedia secara luas.

Chloroxylenol aktif melawan berbagai virus dan bakteri dan termasuk coronavirus.

“Penggunaannya adalah sebagai disinfektan permukaan pada permukaan keras atau pada kulit dan luka. Ini juga dapat dimasukkan ke dalam sabun,” ujar Paul Hunter.

Profesor Hunter juga memperingatkan agar tidak menggunakan Dettol untuk tujuan selain membersihkan.

Hoax Virus Corona menyebar lewat HP Xiaomi

Viral di Twitter sebuah unggahan menyatakan bahwa penyebaran virus corona bisa lewat HP Xiaomi.

Unggahan pertama beredar Selasa (28/1/2020) oleh akun @coromodol.

Dalam unggahan @coromodol tertulis “virus corona nyebar lewat hp xiaomi.”

Kemudian disertai anjuran,”kalo abis salaman sm temen yang pake xiaomi, buru buru cuci tangan pake sabun.”

Dia menyebarkan twit tersebut setelah membaca cuitan @blogdokter yang mengatakan bahwa virus corona bisa menular melalui benda mati.

Hingga Rabu (29/1/2020) pukul 08.00 WIB, unggahan tersebut sudah disukai 21.800 kali dan dibagikan 9.600 kali.

Melansir Kompas.com berjudul “Viral Virus Corona Menyebar Lewat Ponsel Xiaomi, IDI: Tidak Benar”, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M. Faqih menjelaskan, penularan sebuah virus, termasuk virus corona, melalui ponsel tidaklah benar.

Penularan seperti yang viral di media sosial tersebut harus dibuktikan dengan pemeriksaan.

“Harus dibuktikan kalau terpapar dengan pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (29/1/2020).

Lanjutnya, ponsel Xiaomi yang beredar tidak bisa dikatakan mengandung virus corona meski ponsel tersebut dari China.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika benda tersebut terpapar oleh cairan tubuh penderita lalu benda itu dipegang tanpa cuci tangan, baru bisa tertular.

Cairan yang dimaksud seperti air liur, bersin, batuk, ingus, darah, dan semacamnya.

Namun prinsipnya, harus dibuktikan dengan pemeriksaan.

Daeng mengatakan, penularan virus bisa dari beberapa hal berikut:

Tertular langsung dari hewan yang mengandung virus.

Tertular langsung dari orang yang sakit, lewat cairan tubuhnya, seperti darah, air liur, bersin, batuk, dan ingus. “Kalau kita dekat dengan penderita terus kita kena semprot bersin atau batuknya, bisa tertular,” ujarnya.

Bisa dari benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh dari orang sakit. “Tangan kita menyentuh cairan baik langsung dari hewan atau langsung dari penderita atau tidak langsung dari benda yang terkontaminasi, trus tangan kita kucek-kucek mata,” katanya.

Mengenai impor barang dari China, menurut dia, masyarakat bisa berhati-hati saat membeli barang impor.

Keputusan untuk membeli atau tidak kembali kepada individu masing-masing. Namun, tidak disarankan mengampanyekan karena itu wewenang dari pemerintah.

“Mestinya pemerintah yang berwenang memberikan warning atau larangan. Kalau masing-masing warga tak mau beli produk China karena hati-hati, takut isu tersebut, saya rasa sah-sah-saja, tapi sebaiknya untuk dirinya sendiri,” kata Daeng.

Sumber: tribunews.com

Judul sebelumnya, Viral Kabar Kandungan Cairan Dettol Bisa Bunuh Virus Corona Ternyata Hoax, Begini Fakta Sebenarnya