ISNU Langkat, Sambut PWNU Sumut di Orientasi Penguatan Aswaja
Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat, Dhevan Efendi Rao

MUDANEWS.COM, Langkat – Perkembangan kondisi kekinian umat mengharuskan terciptanya persaudaraan, kesepahaman (tafahum), saling menyayangi dan merangkul (tarahum), sehingga melahirkan kerjasama dan sinergitas (ta’awun wa takamul). Maka kita jika ada selisih beda pendapat dan pandangan yang berbeda sangat dianjurkan untuk silaturahmi wathoniyah (Tabayun). Sikap-sikap positif itu mutlak harus diwujudkan oleh semua pihak yang mengaku dirinya Ahlussunnah wal Jama’ah, apalagi di tengah tantangan dakwah Islam yang semakin berat dewasa ini.

Buya Dhev menyampaikan kita dapat memetakan permasalahan yang menjadi tantangan internal dan eksternal itu dapat berpotensi mengancam dan menggerogoti akidah Islam –Ahlusunnah wal Jamaah-. Alangkah baiknya para tokoh dan pemimpin Sunni duduk bersama dan menyatukan barisan.

PC ISNU Kabupaten Langkat mengucapkan Selamat dan Sukses Kegiatan yang di agenda oleh PWNU Sumut berupa Orientasi Penguatan Aswaja dan Pengenalan KeNUan.

“Kepada seluruh warga Nahdliyyin terkhusus Banom-Banom-NU Mushlimat NU, ISNU, Pergurus, ISHARI, Pagar Nusa, FDMI, GP Ansor, Fatayat NU, PMII, IPNU, dan IPPNU untuk dapat hadir bersama dalam acara tersebut,” harap Buya Dhev, Jumat (25/10/2019)..

Adapun narasumber yang menyampaikan Tausiyah pembekalan KeNUan dari Unsur Majelis Rois Syuriah PWNU Provinsi Sumatera Utara Yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jabal Rahmah Wonosari Perdamaian Stabat Langkat, Sabtu (26/10/2019) pukul 09.00-15.00 WIB. Instruktur diantaranya  Ustadz H M Syafi’i Umar, Prof H Saidurrahman, H Musaddad Lubis, H Abdullah Nasution dan H M Idrus Hasibuan (moderator).

Harapan dari kegiatan ini, Buya Dhev menegaskan agar kita dapat memperkuat shaf barisan silaturahmi wathoniyah keumatan dan menyampaikan kepada umat Islam Rahmatan Lil Alamin bahwa Islam itu agama yang sempurna jangan kotori dan nodai ajaran tersebut dengan provokasi, menyampaikan berita bohong hoax, menebarkan ujaran kebencian terhadap pemimpin negeri dan ulama warisan para nabi, suasana negeri harus stabil tidak ada keributan Pancasila itu sudah selesai menjadi azaz tunggal negara Indonesia yang berideologi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia dan NKRI harga mati. Negara Indonesia bukan negara Islam tetapi negara yg berdaulat Republik, tidak ada paham Islam Radikal dan Kita menolak HTI yang ingin mendirikan Khilafah,

“Mari kita bersatu dalam ikatan yang kuat untuk membangun negeri tercinta ini. Sewajarnya kita masyarakat Langkat dan Rakyat Indah memberikan kontribusi pemikiran yang positif untuk negeri ini, mendukung visi misi presiden dan wakil presiden RI Ir Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin bukan visi misi program para menteri. Berdoa dan Berkerja Untuk Negeri Menuju Indonesia Maju,” tegasnya.

“Salam Takjim dan Salam Pergerakan ISNU Jaya NU Sejahtera ” Bersatu Sekata Berpadu Berjaya, Hormat Kami PC ISNU Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Wallaahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thorrieq Wassalam,” tandas Buya Dhev. Berita Medan, red