Millenial Oligarki : Kemanusiaan Itu Tidak Mengenal Perbedaan Agama

Komunitas Millenial Oligarki di Kuil Shri Mariamman, jalan Teuku Umar
Komunitas Millenial Oligarki bersama pengurus vihara Gunung Mas, jalan Orion, Medan (16/05/2020)

MUDANEWS.COM, Medan – Hari ini Sabtu (16/05/2020) pemandangan di kota Medan terlihat menarik dan unik ketika millenials dari Komunitas Millenial Oligarki mengunjungi rumah ibadah di wilayah kota Medan, tidak hanya dari satu agama saja tetapi mereka mengunjungi rumah ibadah dari berbagai lintas agama seperti mesjid, gereja, vihara dan kuil untuk menyerahkan beberapa jenis barang untuk pencegahan covid-19.

Ketika ditanya mengenai alasan mereka memilih untuk mengunjungi berbagai rumah ibadah tersebut Danny Prima sebagai ketua umum dari Komunitas Millenial Oligarki menjelaskan kalau kegiatan ini dimaksudkan sebagai contoh kepada komunitas atau organisasi lain bahwa sesuai dengan landasan filosofis kemanusiaan maka agama bukan penghalang bagi mereka dalam melakukan aksi kemanusiaan.

“Bukan berarti kami tidak beragama tapi konteksnya kegiatan ini tentang kemanusiaan, jadi kita harus benar-benar mengerti bahwa berdasarkan prinsip humanisme perbuatan yang dilakukan demi kemanusiaan itu bermakna tanpa harus mengorientasikan perbuatan itu ke langit atau berharap mendapat imbalan surga.  Jangan batalkan niat baik kemanusiaan hanya karena mengharap imbalan secara horizontal semata,” ujar Danny.

Millenial Oligarki : Kemanusiaan Itu Tidak Mengenal Perbedaan Agama
Komunitas Millenial Oligarki di Kuil Shri Mariamman, jalan Teuku Umar

“Soal dapet pahala atau tidak kita serahkan saja kepada Sang Maha Kuasa karena perbuatan kami murni didasari sisi kemanusiaan yang origins tanpa dihalangi oleh soal-soal agama atau hal-hal semacam itu, yang terpenting adalah niat baik dan keikhlasan,” tambahnya.

Danny juga menjelaskan bahwa agama hanya label dari kepercayaan seseorang saja dan tidak membuat seseorang atau kelompok tertentu menjadi berbeda secara sosial. Apapun agama, ras, suku dan budaya nya manusia ya tetap manusia dan isu kemiskinan, musibah ataupun wabah seperti corona ini juga menyerang manusia tanpa mengenal siapa dan apa agamanya.

“Jadi kami tidak mengenal perbedaan dari aspek itu terkait dengan kegiatan kemanusiaan yang kami lakukan, lagi pula siapapun manusia nya mereka tetap manusia tidak ada bedanya, yang kita harus perhatikan itu dari aspek sosial dan kemanusiaannya saja, kalau butuh di bantu dan kita mampu maka kita harus lakukan itu,” tutup Danny. berita kota medan (tim)