Fans Rusuh di Paris Usai PSG Kalah di Final UCL

Fans Rusuh di Paris Usai PSG Kalah di Final UCL
Fans PSG dilempar gas air mata kala rusuh pasca PSG kalah di Final UCL

MUDANEWS.COM, Paris – Penggemar Paris Saint-Germain bentrok dengan polisi anti huru hara di Champs-Élysées tadi malam setelah tim mereka kalah di final Liga Champions dari Bayern Munchem.

Kekalahan tersebut mengakhiri upaya PSG untuk bergabung dengan Marseille sebagai satu-satunya klub Prancis yang memenangkan kompetisi sepak bola elit Eropa.

Dalam satu insiden yang dekat dengan Champs-Élysées, polisi dengan perlengkapan anti huru hara menyerbu bar untuk secara agresif mengeluarkan orang karena beberapa tidak memakai masker atau gagal menjaga social distancing.

Di Paris barat, ada juga insiden ketika polisi anti huru hara menggunakan gas air mata untuk membubarkan penggemar yang berkumpul di luar stadion klub.

PSG menyiarkan pertandingan tersebut pada dua layar raksasa di stadion Parc des Princes, dengan 5.000 penggemar diizinkan masuk sesuai dengan jumlah maksimum yang diizinkan untuk pertandingan sepak bola di Prancis.

Fans PSG dilempar gas air mata kala rusuh pasca PSG kalah di Final UCL
Penampakan kerusuhan di Paris usai PSG kalah di Final UCL

Tapi hanya beberapa menit sebelum kickoff, jam 9 malam waktu setempat, ratusan fans masih mengantri dan rasa frustasinya meningkat karena mereka tidak bisa melihat pertandingan terbesar dalam sejarah klub mereka.

PSG berusaha mengakhiri beberapa dekade dari pesaing berat mereka Marseille yang masih satu-satunya klub Prancis yang memenangkan kompetisi pada tahun 1993.

Meskipun mendapat dukungan besar dari investor Qatar QSI, termasuk lebih dari $ 500 juta yang dihabiskan untuk Neymar, Kylian Mbappé dan Angel Di Maria, PSG tidak pernah memenangkan kompetisi tersebut.

Penampakan kerusuhan di Paris usai PSG kalah di Final UCL
Seorang pemadam berusaha memadamkan mobil yang terbakar akibat ulah fans PSG yang mengamuk

Kekalahan itu disambut dengan perayaan besar di Marseille, di mana para penggemar bersorak dan melepaskan suar dan kembang api.

Tindakan pengamanan tambahan telah diberlakukan pada Minggu malam dengan 3.000 polisi dikerahkan di Champs-Élysées, serta untuk mencegah sejumlah besar massa berkumpul di luar Parc des Princes. berita Mancanegara (en)