Pengobatan Tradisional, Fakta dan Mitos

Pengobatan Tradisional Fakta dan Mitos
Umar Zein

MUDANEWS.COM – Banyak orang masih percaya mitos. Termasuk mitos tentang pengobatan. Anehnya, makin aneh cara pengobatan atau bahan obat yang digunakan, orang makin percaya.

Ingat dukun cilik Ponari? Anak kecil yang mendadak jadi “Ahli Pengobatan” semua penyakit tersohor di Indonesia. Hanya gegara disambar petir, dan ada sebuah batu terhimpit tubuhnya, Ponari kecil pun “Dikukuhkan” jadi dukun “Besar” di negerinya.

Batu yang disebut Ponari dengan batu petir ini hanya segenggaman tangan. Bentuknya agak lonjong dengan warna kehijauan. Bentuk dan ukurannya disebut tidak berubah sejak ditemukan Ponari awal 2009 silam.

Sejak ditemukan hingga sekarang, batu petir disimpan dengan baik di rumah Ponari, Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur.

Sejarah perkembangan Ilmu Kedokteran di seantero dunia tak luput dari mitos hingga kini.
Di awal pandemi Covid-19, jamu empon-empon dan jamu China disosialisasikan oleh orang terkemuka negeri ini. Belakangan, ceritanya senyap, seiring merebaknya virus corona.

Indonesia, sesungguhnya memiliki kekayaan tanaman obat. Namun, sangat sedikit akademisi tertarik untuk meneliti dari dasar hingga produksi. Kalaupun ada yang tertarik, kurang didukung institusi perguruan tinggi untuk penelitian. Akademisi lebih tertarik pada plagiasi kepangkatan dan politik kekuasaan.

Dua orang sejawat, Dr. dr. Nies Endang dan Dr.dr. Indra Zachreini menulis tentang Fakta dan Mitos Pengobatan Tradisional di Indonesia. Keduanya dokter spesialis THT. Mereka menulis dari pengalaman praktik. Padahal, bila Institusi Perguruan Tinggi jeli, penelitian besar dapat dilakukan. Sehingga, Indonesia tidak tergantung pada obat import. Sayangnya, itu hanya sebatas imajinasi untuk membuat puisi dan cerita fiksi.

Terima kasih Adinda Dr. dr. Indra Zachreini yang telah mengirimkan bukunya nan layak dibaca.

Kaca pintu membayang bening
Arsik senangin teraja selalu
Membaca buku memang penting
Naik kertangin juga perlu

Oleh : Dr Umar Zein

Medan, 16.02.2021