PPKM Berskala Mikro, Polsek Pameungpeuk Laksanakan Operasi Yustisi

PPKM Berskala Mikro

MUDANEWS.COM, Bandung – Masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro, Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung, melaksanakan Operasi Yustisi penegakan disiplin Protokol Kesehatan.

Operasi Yustisi kali ini dilaksanakan secara mobile di wilayah Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/01/2021).

Operasi Yustisi ini dipimpin langsung oleh Panit Lantas Polsek Pameungpeuk, Ipda., Agus G, dan dibantu beberapa personel Polsek Pameungpeuk.

Selain itu, Polsek Pameungpeuk, juga bersinergi dengan bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat Kecamatan Arjasari.

Kapolresta Bandung, mengungkapkan Kombes Pol., Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Pameungpeuk, AKP., Ivan Taufiq, SH., mengatakan, Operasi Yustisi penegakan disiplin Protokol Kesehatan rutin dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polri, khususnya Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung.

Dimana ini dimaksudkan agar kembali mengingatkan, dan menumbuhkan kesadaran warga pentingnya menerapkan Protokol Kesetahan ditengah masa pandemi Covid-19.

“Operasi yustisi penegakan disiplin Protokol Kesehatan, merupakan implementasi penerapan PPKM Berskala Mikro dalam rangka mencegah, dan meminimalisir penyebaran Covid-19,” kata AKP., Ivan.

“Upaya pencegahan bisa dengan cara selalu menerapkan Protokol Kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Kedisiplinan menerapkan Protokol Kesehatan, menjadi kunci bersama memutus rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, kata Kapolsek, Operasi Yustisi secara mobile ini dimaksudkan agar mempererat sinergitas Polri bersama instansi terkait lainnya dan warga masyarakat. Sehingga terjalinnya komunikasi yang baik guna mencegah timbulnya gangguan kamtibmas.

“Pelaksanaan secara mobile juga bagian dari pada implementasi program Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,. Yakni Transformasi Menuju Polri PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan),” tandasnya. (BQ)